Selasa, 22 Oktober 2013

[bukan] Hangat dari Kopinya



“Adventure in life is good; consistency in coffee even better.” ― Justina Chen
Entah mengapa acara ini di namakan "Ngopi Bareng" oleh beberapa teman-teman yang tergabung di forum Nusantaride. Undangan terbuka sudah di posting pada grup Facebook Nusantaride beberapa minggu sebelum acara tanggal 5 Oktober 2013.

Hari yang dinanti sudah tiba, kami berangkat menuju Garut ketika subuh menjelang. Mengandalkan google navigation di ponsel , tujuanpun di tunjuk ke Talaga Bodas, Garut, tidak lama telepon pintar di gengaman menunjuk jalur yang akan kami tempuh. Kami memang tidak berniat menyasarkan diri, tapi lebih memilih mengikuti jalur di layar beukuran 3 inchi ini, seakan tidak mau mengulur waktu sampai di tujuan dan bertemu dengan teman-teman yang biasanya hanya berinteraksi di dunia maya.

Cikarang-Purwakarta-Cimahi-Bandung-Cibiru-Garut-Talaga Bodas adalah jalur yang akan kami tempuh. Tidak ada kesulitan bearti melalui rute ini,  karena beberapa kali kami sudah pernah melewatinya, kecuali kota Garut yang memang belum pernah kami kunjungi. Sedikit kemacetan memasuki Cimahi-Bandung-Cibiru, panas menyengat terasa di kulit, beberapa kali kami berhenti di minimarket untuk sekedar menghindari dehidrasi dan juga mengistirahatkan tubuh.

Memasuki kota Garut, kami melewati pasar Leles, seperti pasar tradisional pada umumunya seditkit kemacetan terjadi, sambil menunggu kendaraan di depan beranjak, saya melirik layar ponsel untuk melihat rute mana lagi setelah ini, ternyata kami 'dianjurkan' belok kiri oleh sang navigasi. Masih dipasar Leles, terdapat pertigaan dengan papan petunjuk jalan bertuliskan "Wanaraja", kami pun belok kiri.

Mungkin karena google navigation saya atur ke pilihan "jarak terdekat" , maka jalan yang ditunjukannya pun memilih jalan pintas, jalan tidak lebar sekitar 3 meteran kami lalui, pemukiman warga terlihat jauh jaraknya, kami juga harus berbagi jalan dengan gerombolan anak sekolah yang baru saja pulang. Pemandangan sawah yang mengering, dan perbukitan juga kami temui disini.

jalan setelah belok kiri pasar Leles
Sekitar 20 kilometer dari Leles tadi tiba di Wanaraja, sesuatu yang kami tidak duga, saat di salah satu pertigaan Wanaraja, terlihat rombongan motor dengan perlengakapan seperti akan melakukan perjalanan jauh, motor dengan side/top box untuk memuat barang bawaan, jaket yang sering saya lihat, serta pelindung lutut. Seperti tidak asing dengan apa yang kami lihat, dan teryata benar dugaan saya, teman-teman dari forum Nusantaride adalah yang kami lihat di Wanaraja ini. Beberapa motor saya kenal, seperti milik om Bimo dan om Pram karena pernah beberapa kali bertemu. Saya sapa beliau untuk meminta ijin bergabung dalam rombongan.

Setelah lewat pasar Wanaraja, terdapat belokan ke kanan serta petunjuk jalan menuju Talaga Bodas. Melewati perkampungan dengan jalan aspal banyak lubangnya, rombongan melaju dengan kecepatan sedang. Tanjakan serta bebatuan kadang membuat barisan yang berjumlah sekitar 10 motor ini tidak rapi, karena harus bermanuver sesuai kondisi jalan.


Jalan semakin menanjak, pemandanganpun bertambah enak dipandang, hijau pepohonan terlihat dibawah, serta tebing dikanan kiri jalan. Tidak lama kemudian sampailah di suatu pertigaan, tampak berderet puluhan motor, dan tidak diragukan teman-teman yang sudah tiba terlebih dahulu, telah menunggu dari beberapa jam yang lalu. Disambut oleh om Julianto, kami menuju sebuah tempat berteduh satu deret dengan warung makan/minuman.

tempat bertemu
gunung Sadahurip, terihat dari tempat kami bertemu 
Location Info ; Lat: S 7°11.574' (7°11'34.5")  Long: E 108°3.448' (108°3'26.9")Altitude: 1578.80m Altitude Reference:Sea level
Seorang teman yang kebetulan tinggal di Garut, Om Tedi  menjelaskan jika kawasan Talaga Bodas sedang mengalami perbaikan sarana, dan sedang tidak dibuka untuk para wisatawan. Untuk lokasi selanjutnya di pilih Pancuran 7, yang letaknya sekitar satu kilometer dari Talaga Bodas.

Sambil menunggu beberapa teman yang menuju lokasi Pancuran 7 untuk survey lokasi, kami bencekrama dengan teman-teman yang lain. Serta tidak melewatkan pemandangan yang ada di tempat kami menunggu. Deretan pegununungan seolah tidak ada jedanya. Terlihat juga jelas dari sini gunung Sadahurip, yang berbentuk piramida. Beberapa waktu lalu gunung ini sempat menjadi pemberitaan media karena disinyalir mempunyai hubungan dengan piramida kuno, terutama yang ada di Mesir. Tetapi setelah di teliti oleh para ahli, dugaan tersebut tidak terbukti secara ilmiah.

Sekitar setengah menunggu, beberapa teman yang survey Pancuran 7 kembali ketempat berkumpul semula. dan mengajak semua teman-teman Nusantaride untuk menuju kesana. Sekitar dua puluh motor beiringan menuju Pancuran Tujuh, dua kilometer masih dengan aspal walaupun tidak terlalu mulus dengan rindangnya pohon mendominasi di setiap pinggir jalan. Sampailah di pertigaan, kami berhenti di depan portal loket, bertanya dengan salah satu petugas disana, untuk meminta ijin masuk, setelah dipersilahkan kami belok ke kiri. Karena jika belok kanan adalah arah menuju Talaga Bodas.

perjalanan ke Pancuran 7
loket di pertigaan antara ke Pancuran Tujuh dan Talaga bodas
Sekitar 400 meter jalannya semakin tidak layak untuk motor seperti yang kami kendarai, jalan berbatuan membuat kecepatan di pacu pelan, beberapa kali kami harus mengendalikan setang motor dengan susah payah untuk menghindari roda slip karena batu. Ada seorang teman yang mengeluhkan tangannya terkilir karena menahan berat motor ketika akan ambruk, usaha yang sangat susah payah agar motor tidak 'terbaring' di jalan.

400 meter yang bisa membuat tangan terkilir
Sampai di lokasi [Lat: S 7°12.368' (7°12'22.1") Long: E 108°4.051' (108°4'3.1")sudah ada om Julianto, beliau memberi intruksi untuk parkir di tempat yang telah di sediakan, di kelompokan menjadi dua, untuk parkir yang hendak menginap dan tidak berniat bermalam disini. Memang ada beberapa teman sudah membawa perlengkapan, seperti tenda. Tetapi yang tidak membawa disini juga terdapat beberapa kamar berukuran 3x3 meter dengan alas tidur karpet untuk disewa dengan biaya sepuluh ribu perorang. Disini juga terdapat warung, menjajakan makan/minuman, tapi tidak untuk makan besar dengan nasi.

Setelah istirahat kami berkumpul, duduk bersila membentuk lingkaran di teras kamar-kamar yang disewakan. Obrolan santai di buka oleh om Julianto sebagai moderator. Karena beberapa teman belum saling mengenal, walaupun kenal mungkin hanya mengetahui lewat sosial media saja, satu persatu dipersilahkan mengenalkan diri. Tak jarang terselip guyonan-guyonan yang membuat suasana semakin akrab. Beberapa teman juga bercerita pengalaman bekendaranya, serta tanya jawab antar teman juga terjadi disini.

dibuka oleh om Jul
Hari semakin sore, setelah ini adalah acara bebas, ada mendirikan tenda, rebahan karena kecapekan, saya sendiri kembali ke arah Talaga Bodas bersama seorang teman yang saya kenal lewat travel blognya, bang Hendri, lewat blognya yang beralamat di http://advjourney.com/ , yang artikelnya berisi cerita perjalanaan dengan motor milik beliau, ditulis dengan singkat padat dan sangat informatif.

Sekembali dari Talaga Bodas, hari sudah petang dan dilokasi beberapa tenda sudah tampak berdiri. Pada malam harinya dengan api unggun menyala, kami berkumpul dikelilingi beberapa tenda. Obrolan ringan ,akrab dan hangat terjadi, tidak berlebihan jika tag line "There are no strangers here, only friends you haven't met yet" sering didengungkan di forum Nusantaride ini. Karena forum ini bukan klub atau komunitas seperti kebanyakan yang berkembang di para antusias roda dua, tetapi lebih ke arah forum sharing untuk berbagi pengalaman berkendara roda dua untuk menikmati keindahan nusantara, tidak ada ikatan peraturan yang terlalu ketat disini, tidak ada kopdar rutin, kami datang, saling berbagi cerita, dapat teman baru, dan tidak jarang ikatan pertemanan terjalin bermula dari acara sejenis yang sudah pernah diadakan. 


mendirikan tenda
Malam semakin larut dan dingin semakin membuat badan mengigil, menurut info dari teman yang membawa alat pengukur suhu, tercatat 15 derajat celcius. Beberapa teman sudah masuk tenda untuk istirahat, tidak lama kemudian saya pun masuk ke kamar yang sudah di sewa, tidur bareng sekamar 5 orang dengan tetap memakai sepatu dan protektor kaki tetap saja dinginnya sangat terasa, membuat saya beberapa kali harus terjaga.

menunggu nasi matang
Terbagun di subuh hari, dengan bermaksud melihat sunrise di Talaga Bodas, kami pun menuju bersama om Julianto, dan Joe. Petulangan dan keindahan alam kami temui disana. Untuk cerita detail selama di Talaga Bodas akan saya tulis terpisah dari artikel ini. Sepulang dari Talaga Bodas, saya dan Neni langsung menuju ke Jakarta kembali, perjalanan pulang ditemani oleh Dadang yang menuju Karawang, dan om Hardiansyah yang akan pulang ke Bandung. Alhamdulillah kami tiba di rumah dengan selamat.

Saya berterimakasih kepada teman-teman atas acara ini, setiap perjalanan tentu menyisakan hikmah dan pelajaran. Tentang loyalitas tanpas batas, seperti om Tedi yang rela turun ke kota Garut untuk membeli nasi dan membawanya untuk disantap bersama di lokasi,  tentang perjuangan beberapa teman yang untuk mencapai lokasi. Ada beberapa cerita teman dalam upaya mencapai lokasi ; walau tangki bensin motor bocor ditengah jalan tetap bisa sampai lokasi ; walau memakai motor matik dan sempat mogok yang pada akhirnya ditarik oleh motor penduduk untuk dibawa kebengkel tetapi sang rider masih bisa berkumpul bersama di lokasi ; ada juga yang baru datang ketikan jam 3 pagi seorang diri, dan cerita-cerita lain yang tentunya menarik. Semua perjuangan itu tidak mungkin terjadi jika tidak dilakukan dengan niat yang tulus dan iklas. Sampai jumpa di lain kesempatan, kawan!





9 komentar:

  1. keren liputannya om Suyut :D
    sayang gak bisa ikut sampe acara selesai

    BalasHapus
    Balasan
    1. lain kali semoga bisa ketemu lagi Bang :)

      Hapus
  2. wah bagus , kepengen lagi ah ke telaga bodas

    BalasHapus
  3. Agustinus Eka Prasetya12 November 2013 19.06

    Mantappp,kapan ya bisa ikutan acara Nusantaride??

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapana aja selagi ada waktu, mas :)

      Hapus
  4. Cara gabungnya gimana ya om ?? Ngiri nih :'(

    BalasHapus