Minggu, 13 Januari 2013

Pantai Trenggole Yang Masih Tergolek

13570455971375161624
Pantai Trenggole
Apa yang anda cari ketika mendatangi suatu objek wisata?petanyaan yang akan saya jawab sendiri, objek wisata yang ideal ketika bisa melihat keindahaan alamnya, bebas dari hiruk pikuk kehidupan diluar aktifitas sehari hari, yang pada akhirnya me-refresh diri kita utuk memulai aktifitas kembali. Bagamana menurut anda?bisa dijawab masing-masing. Apa yang saya mau terwujud ketika liburan 24 Desember 2012 yang lalu. Ketika pulang kampung ke Yogyakarta, keluarga saya merencanakan liburan ke Pantai Indrayanti yang lokasi tepatnya berada di kecamatan Tepus, kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta (Koordinat GPS: S8°9'1.22" E110°36'44.1").

Singkat cerita, dengan menggunakan kendaraan roda 4 bertipe minibus, kami tiba di lokasi Pantai Indrayanti. Sedikit terkejut dengan apa yang dilihat, banyak kendaraan berlalu lalang masuk/keluar parkiran, kami sendiri kesulitan untuk mencari lahan parkir yang kosong. Oke..itu menandakan bahwa kami juga akan menemui banyak orang yang akan menikamti pantai ini. Benar saja, ketika tiba di bibir pantai kami menemui kesulitan lagi untuk mencari tempat sekedar duduk/ngumpul bersama keluarga. Setelah berjalan menyusuri pantai, akhirnya kami menemukan tempat yang kosong berserta payung besar yang memang sengaja disewakan di pantai ini. Saya sendir pernah mengunjungi pantai ini setahun yang lalu, tapi belum se ramai ini. Sepertinya informasi yang tetang pantai ini cepat bekembang untuk menggiring para wisatawan menuju tempat ini.
1357045841172396025
Pantai Indrayanti dari atas bukit
Memang pantai ini termasuk favorit akhir akhir ini, pantai berpasir putih, dengan likungan yang masih bersih, air yang relatif jernih jika dibandingkan dengan pantai selatan yang berada didaerah Bantul, Yogyakarta. Terlihat sisi kanan kiri pantai dibatasi bukit karang, sebelah kanan (jika kita menghadap kepantai) ada bukit karang yang membatasi dengan pantai Sundak. Sedangkan disebelah kiri, terdapat juga bukit, yang bisa dinaiki, saya melihat dari jauh para pengunjung menuju ke atas bukit itu.

Saya pun penasaran untuk menuju kesana, menapaki jalan setapak, tidak lama kemudian sampai lah diatas, benar saja.. saya bisa memandang bebas seluruh kawasan pantai Indrayanti, dan tentu saja samudra lepas, angin berhembus sedang meniup rambut saya yang mulai panjang, sambil menikmati hamparan laut ini, saya juga asyik mengabadikannya lewat kamera poket yang dibawa. Saya berdiri diatas batu tebing, yang beberapa centi saja jurang menuju air laut, saat itu kira-kira 20 meter dari permukaan laut, ini baru sepertiga dari tinggi bukit ini, saya berjalan lagi keatas,  sampai atas tidak bisa melihat laut lagi karena tebingnnya dipenuhi tumbuh-tumbuhan yang menghalangi pandangan. Berjalan kearah berlawanan dengan pantai Indrayanti, mulai tampak garis laut kembali, rasa penasaran saya membuat langkah kaki di percepat, walau agak terasa sakit ketika terkena kerikil karena tidak memakai alas kaki saat itu.

Dan...cihuuy!ada pantai lagi disini, Terlihat bibir pantai yang tidak terlalu panjang, dibatasi oleh bukit lagi, jadi pantai ini 'di patok' dengan dua bukit, dengan ombak yang tidak terlalu besar, pasir yang tidak seputih di pantai sebelahnya, tapi tetap bersih. Itu yang terlihat dari atas, saya pun mencari jalan untuk turun kesana, tapi tiba tiba jalan buntu ketika tepat berada di bibir tebing, dengan tinggi 2 meter dari pasir pantai tempat saya berdiri, agak ragu-ragu untuk melompat setinggi itu, tapi akhirnya nekat untuk lompat, dan untungnya pasirnya lembut sehigga membuat redaman ketika kaki menampak di pasir.
13570461601310016351
Trenggole dari tempat saya akan mulai lompat
Hanya beberapa orang saja yang terlihat, ada beberapa pedagang minuman/makananan yang terlihat murung karena sepi pembeli, payung-payung bewarna yang tertancap yang belum ada juga pemakainya, saya menghampiri salah satu pedagang, untuk menanyakan nama pantai ini, dan dijawab ini adalah pantai Trenggole.  Sangat asing ditelinga, ya maklum saja..menurut keterangan mereka, pantai ini baru saja di buka beberapa bulan terakhir ini. Sambil menikmati debur ombak dan hembusan angin pantai, saya juga asyik mendengar cerita dari pedagang yang tergabung dalam kelompok pantai Trenggole ini. Dari awal pantai ini dibuka sampai keluh kesahnya karena dagangannya sepi dari pembeli. Dari apa yang di lontarkan si pedagang, saya pun berpikir bahwa pantai ini masih tergolek, belum bangkit sebagai pariwisata yang diharapkan, paling tidak untuk menugkatkan taraf ekonomi penduduk sekitar pantai. Sampai akhirnya ponsel saya berdering, ternyata keluarga sudah menunggu untuk siap pulang kembali.

Pantai Trenggole bisa jadi tujuan liburan anda ketika ke Jogja, jika ingin menikmati suasana pantai dengan "khusyuk" bebas dari hiruk pikuk, dengan catatan untuk beberapa saat ini, entah besok ketika pantai ini sudah terdengar luas, dan semakin banyak pengunjungnya. Dilematis memang, 'turis' seperti saya ini yang menginginkan ketenangan ketika datang disuatu tempat pesona alam, tapi di sisi lain suatu objek wisata di indikasikan 'laku' tidaknya tegantung banyaknya wisatawan yang datang. Tak mengapa lah demi kemajuan wisata Indonesia, toh tulisan saya ini juga dalam rangka berbagi tentang tempat wisata itu sendiri. Dan semoga setiap wisatawan bisa menjaga keasrian, kebersihan untuk kelangsungan objeknya.


1357047482963423502