Our Riding Ware

Kamis, 27 September 2012

Selamat pagi, Slamet!

Perjalanan mudik lebaran tahun 2012 ini saya lakukan dengan menunggangi Bishop seperti tahun lalu. Ya ..ini kedua kalinya saya menggunakan bishop untuk pulang kampung yaitu ke Jogja, dengan memilih jalur tengah (map klik disini) , lalu lintas saat itu relatif lancar, mungkin karena saya berangkat satu hari lebih awal dari prediksi arus mudik puncak lebaran.

Saya tidak akan bercerita secara detail tentang perjalanan mudik taun ini. Hanya akan sedikit menggambarkan bagaimana pengalaman 'get lost' di suatu tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya.

Di hari pertama (15/08/2012) pukul 16.00 saya tiba kota di Purwokerto, setelah berangkat dari Cikarang jam 04.00,  sebenarnya tidak ada maksud untuk masuk kota ini, tapi karena ke-sok tauan saya yang tidak mau mengikuti papan berwana hijau di pinggir jalan, yang menunjukan arah ke kota Jogja, akhinya terdampar di kota ini. 

Tapi ketika tiba di pusat kota, saya teringat akan teman sewaktu kuliah kalau punya teman di daerah ini. Coba saya telpon, dan akhirnya teman saya yang bernama Aji ini ada di rumah, dan ga lama kemudian dia datang untuk menjemput di tempat saya menunggu. 

Karena udah lama tidak bertemu dan masih kangen, saya di anjurka utntuk menginap di sini. Cerita berbagai macam hal dengan Aji, sampai cerita tentang Baturaden yang kebetulan hanyak berjarak 5 km dari rumah Aji.

Jam 05,. sehabis bangun dan siap-siap berangkat kembali ke Jogja saya pamitan dengan Aji. Kali ini saya berencana menuju ke kawasan Baturaden. Berangkat masih dalam keadaan gelap dan dingin tidak menyurutkan semangat untuk menjelajahi tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya ini.

Memasuki kawasan Baturaden terlihat berderet beberapa tempat penginapan, vila, dsb. Mengingatkan saya akan Kaliurang, kawasan wisata di Gunung Merapi , Jogja. Ya cuma beda gunung saja, kalo di sini di kawasan Gunung Slamet. 

Jalan sepi dan tidak terlalu lebar bishop lalui dengan perlahan, semakin naik kelap kelip lampu kota Puwokerto pun terlihat dari sini. Dan ketikan subuh akan berakhir, Gunung Slamet mulai terlihat walaupun agak berkabut. dari berbagai sumbe yang coba saya rangkum, Gunung ini memunyai ketinggian 3.428 meter dpl, termasuk gunung tertinggi di Jawa Tengah. Untuk lokasinya yaitu Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten BrebesBanyumas,PurbalinggaKabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, (koordinat 7°14′30″LS,109°12′30″BT) . Sekilas banyak objek wisata yang bisa di kunjungi di sini, tetapi karena hari masih gelap saya melewatkan objek-objek tersebut. 

Saya hanya menikmati suasan kaki Gunung Slamet ini saja, dengan melihat aktifitas warganya, melihat sinar matahari yang akan perlahan muncul dari tempat saya dan bishop berhenti. Ini sudah cukup untuk merefresh fisik dan psikis saya sebelum menuju Jogja. Tak lupa dengan bermodalkan kamera poket dan tripot yang dibawa, saya abadikan momen-momen ini.

selama pagi
membuat tali dari bambu, untuk mengikat rumput yang akan dicari
narsis taiim..
petani lain
Alhamdulillah, saya sampai Jogja pukul 16.00 dengan selamat dan perjalanan single riding yang sangat mengasyikan tentunya, sedikit berbeda dengan berita di tivi tentang kepadatan dan serba serbinya arus mudik.


8 komentar:

  1. bentar lagi ada iklannya nih blog

    BalasHapus
  2. ijin menyimak suhu...
    klo boleh tahu pict di blog ini make kamera apa ya ? olah digital ato pegimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. weh ada suhunya suhu :)
      kalo yg di posting ini, pake kamera poket Nikon S 3100, asli ga pake oldig :) kebetulan langitnya lagi bagus, low angle emang bisa bikin lebih dramastis :)

      Hapus
  3. dulu pernah riding Gunung Slamet tembus pemalang.. namun saking lamanya sudah lupa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah...perlu di ingat2 lagi tuh...dengan riding ksana lagi :D

      Hapus
  4. APA PETUNG KRIONO ...KAKI SLAMET JUGA?

    BalasHapus
  5. bukan Kang..masih agak jauh :)

    BalasHapus