Jumat, 20 Juli 2012

Helm dicolong, diMuara Gembong

Tanggal 26/5/2012 tidak ada rencana melakukan kegiatan riding dengan tujuan tertentu, cuma setelah ada perlu di daerah Cikarang, dan kebetulan hari itu masih sekitar jam 12 siang, maka keinginan untuk 'get lost' pun muncul.  Kebetulan lagi, boncenger membawa kamera yg siap mengabadikan perjalanan singkat ini. Setelah rundingan sebentar, liat peta di google map di layar hp, maka ditentukan tujuan ke arah pantai utara. Sampai berangkat pun kami ga tau nama pantai yg akan dituju.

Dan dimulailah perjalanan dari sekitar jalan Pilar, Cikarang. Dengan jalan yg relatif mulus karena sebagian besar jalannya sudah di hotmix, tapi terkadang diselingi jalan aspal yg sudah rusak. Dan samapailah kami  di suatu  daerah, saya lupa nama daerahnya.  Kami disini mencari tempat makan, dan sempet ngobrol dengan penjualnya, ternyata ada pantai Pakis dan penjual itu menunjukan arah kesana. Ritual makan siang selesai, dan lanjut perjalanan, arah tujuan sesuai intruksi penjual nasi goreng tadi. Walau ditengah masih sempat berhenti untuk bertanya dengan penduduk setempat, sempat khawatir karena indikator bensin sudah low level dan akhirnya ketemu dengan warung pengecer bensin, isi 2 liter sambil tanya arah ke pantai Pakis dengan penjualnya, ditunjukanlah kemana lagi bishop harus saya arahkan. Sesuai petunjuk tadi, akhirnya kami melewati jalan yang sesuai, termasuk melewati sungai dan bishop harus dinaikan perahu, yang penduduk setempat menyebutnya dengan 'eretan', sekali menyeberang setiap satu motor diharuskan membayar 2 ribu rupiah.

eretan
Setelah ini, melewati jalan yang kebanyakan single track, dengan kanan kiri genangan air, yang mrip kolam, mungkin ini yang disebut muara, pikir saya pada waktu itu. Apapun nama tempat itu, kami sangat menikmati perjalanan disini, kebetulan saat ditempat ini matahari akan tenggelam, dan tentu saja pemandangan sunset ga akan kami lewati begitu saja. Boncenger segera turun dari motor, dan siap membidik dengan kameranya setiap momen lengsernya matahari dari penglihatan mata kami, dan ga lupa meminta mengabadikan dengan jepretan kameranya 'kemesraan' saya dengan bishop, dengan latar belakang pemandangan sunset yang hampir sempurna.






Ga kerasa kami sudah hampir satu jam di sini, dan sadar harus melanjutkan pejalanan ketika matahari benar-benar hilang dari penghilatan kami. Ketika akan melanjutkan perjalanan, sempat di buat panik dengan hilangnya helm si boncenger, tadi helm emang diletakan dipinggir jalan, karena agak repot kalo harus mengintip objek yang akan diambil dengan kamera dan menggunakan helm pula. Dan entah diambil siapa helmnya, ketika kami akan melanjutkan perjalanan helm sudah tidak ada di tempat semula, mau ga mau perjalanan dilanjutkan  tanpa helm si boncenger, dengan harapan ketika pejalanan selanjutnya menemukan penjual helm di pinggir jalan. 

Hari semakin gelap, dan kepanikan muncul lagi ketika lampu utama bishop kadang2 padam,  karena daerah ini ga ada lampu penerangan jalan, suasanapun di buatnya mencekam. Perkiranaan saya padamnya lampu utama karena emang ada masalah di pengontrolan sistem kelistrikan bishop. Setelah beberapa kilometer, baru menemukan pemukiman. Tampak sebuah bengkel, tempat itupun kami hampiri dengan maksud lampu bihop bisa nyala kembali. Ternyata setelah saya cek sendiri ternyata kabel yang harusnya tersambung ke lampu, lepas. Dengan modal tang dan selotip lampu bishop  nyala kembali. Masih panik karena belum menemukan penjual helm, saya pun tanya dengan pemilik bengkel, dimana kami bisa mendapatkan helm, jika tidak pun berharap bisa membeli dari pemilik bengkel walaupun helm itu bekas, Tapi pemilik bengkel mengelengkan kepala, tanda menolak permohonan kami.

Semakin jauh, semakin di temukan keramaian, menemukan salah satu pusat keramaian, yang menurut saya sih seperti pasar malam, yang terdapat permainan hiburan, sang boncenger tiba-tiba meminta untuk menuju kesana utnuk mencari helm, padahal sudah saya jelaskan jika tempatseperti itu dipastikan ga ada barang yang kami cari itu. Saya turuti kemauannya, setelah mencari cari, ternyata benar saja ga ada yang jual helm, sambil senyum Dia minta berhenti untuk mengambil gambar dengan kameranya beberapa alat permainan, seperti komedi putar. Oalah..ternyata dia punya tujuan lain datang ketempat ini, hehe..

pasar malam

Setelah dari sini handle bishop kembali di putar, menunju Jakarta tentunya. Ketika sampai daerah Pulogadung mampir sebentar untuk membeli helm, akhirnya :)
Singkat cerita kami tiba di rumah masing-masing dengan selamat, Alhamdulillah. Dengan jarak tempuh perjalanan kurang dari 200 km, kami merasakan mendapatkan pengalaman dan sensasi yang berbeda *haiyaah. Ini membukikan juga berapun jarak dari suatu perjalanan, pasti ada suatu hikmah yang bisa di ambil.



foto lebih banyak klik disini

4 komentar:

  1. Perjalan nya berapa jam bro dari bekasi ke pantai?

    BalasHapus
  2. nitip om ^_^

    http://alisyahididroes.wordpress.com/2013/09/03/riding-ke-waduk-sermo-lat-6-700000-long-110-916664/

    BalasHapus
  3. nitip om ^_^

    http://alisyahididroes.wordpress.com/2013/09/03/riding-ke-waduk-sermo-lat-6-700000-long-110-916664/

    BalasHapus