Jumat, 29 Juni 2012

1600 Km with Aluminium Panniers

Prolog
Sebenarnya ga ada niat untuk melakukan perjalanan jauh dengan bishop dalam waktu dekat. Jauh?ya definisi jauh emang relatif, tapi bagi saya seorang newbie, melakukan perjalanan beroda dua dengan jarak 1000 - 2000 kilometer bisa saya katakan jauh.
Bermula dari obrolan dengan mas Haryo Widodo via sosial media, beliau menanyakan 'ada rencana melakukan perjalanan jauh ga?' kalo iya, beliau menawarkan kepada saya untuk mencoba dan meminjamkan produk 7 Gear Aluminium Panniers. Untuk sekedar informasi, panniers yang akan di pinjamkan ini adalah baru prototipenya sebelum di produksi massal nantinya.  Paniners ini sudah di pasang di Cindy (nama motonya mas Haryo) dan akan di pasang ke bishop kalo saya bersedia mencobanya. Mas Haryo juga sudah menuliskann tentang pannier  bertype side box  ini blog beliau, klik di sini
Saya belum meng-iyakan untuk bisa mencoba pannier tersebut, maklum sebagai buruh perusahaan swasta harus mengurus per-ijinan cuti terlebih dahulu, walaupun saat itu saya pengen sekali pannier tersebut nemplok di sisi kanan-kiri bishop.
Dan sehari setelahnya saya kasih kabar ke mas Haryo kalo saya bersedia mencoba pannier tersebut.  Walau belum tahu kapan dan kemana tujuan jalan kali ini. 

Persiapan
Kira-kira  2 minggu sebelum keberangkatan saya janjian dengan mas Haryo di sebuah bengkel yang berlokasi di daerah Jatiasih, Bekasi untuk memindah panniers dari Cindy ke bishop. Pemasangangan sebenarnya ga butuh waktu lama karena Cindy dengan bishop hampir sama, cuma karena di bengkel tersebut ramai oleh pelanggan lain, dari sekitar jam 9.00 baru selesai jam 14.00. 

fitting panniers
Selesai pemasangan, dan ada waktu kurang lebih 2 minggu untuk membiasakan menggunakan pannier ini. Oya..alesan kenapa saya di tawari untuk mencoba panniers ini salah satunya adalah, mas Haryo ingin mengetahui kesan dari pengguna side box untuk pertama kalinya. Emang selama ini saya belum pernah menggunakan side box sama sekali, saya emang rencana memakai side box setelah top box saya laku terjual, tapi saya belum tahu akan menggunakan jenis side box jenis apa sementara braket SB 1000 sudah saya miliki. Dan selama 2 minggu saya jajal side box ini  untuk di sekitar Jakarta saja, itung-itung  latihan, karena dari dimensi lebar, dan berat motor jadi bertambah, otomatis gaya riding saya mempertimbangkan kedua faktor itu. 

narsisi dikit di depan bunderan HI, hehe
Ada persiapan lain sebelum berangkat, tentu saja selain service rutin, bishop kali ini ada beberapa penggantian sparepart, seperti ban depan, komstir dan kampas rem depan.

Perjalanan.
Perjalanan pun dimulai. Tujuan perjalanan bishop kali ini sebenanya ke Jogja alias pulang kampung, Tapi akan lewat dataran tinggi Dieng (koordinat -7.205728,109.914265). Itu tujuan awal sebelum keberangkatan, walaupun pada akhirnya meng-get lost kemana-mana, hehe..

Lihat Peta Lebih Besar

Hari #1
Berangkat dari tempat kos di daerah Ciracas, Jakarta Timur jam 3.00 pagi (23 Juni 2012), langsung menuju daerah Pluit, Jakarta Utara untuk menjemput boncenger yang sekaligus sebagai tukang poto perjalanan, hehe..
Sampe di Pluit melakukan persiapan, checking. Keberangkatan tertunda setengah jam karena saat bishop di starter hujan turun.
Jadilah berangkat jam 4.30 pagi, Jakarta pagi itu belum begitu macet, kecuali kalo melewati daerah pasar. Memasuki Karawang saya ambil arah ke kiri alias lewat jalan lingkar luar Karawang, diteruskan ke jalan Kosambi. Saat itu matahari baru menampakan wujudnya. Serasa diatas panggung musik dengan sinar matahari sebagai spot lightnya, hehe... Pagi itu cerah sekali, serasa menambah  semangat untuk memulai  perjalanan kali ini.

jalan lingkar luar Karawang di pagi hari
Hari semakin siang dan terik khas jalur Pantura ketika tanpa hujan. Sampai diderah Pamanukan kami berhenti di sebuah pom bensin yang kebetulan terdapat tempat makan untuk mengisi perut kami karena emang belum sarapan sedari berangkat. 
Setengah jam disini, setelah itu lanjut lagi perjalanan. Bebeapa kali melipir ke minimarket untuk sekedar minum atau selonjoran, karena hari itu Pantura bisa membuat kami dehidrasi.

melipir
Sesuai jalur yang di rencanakan dari awal, sampai Pekalongan saya belok kanan ke arah Kajen sekitar jam 5 sore, baru beberapa kilometer dari belok tadi, saya merasakan agak aneh dengan rem depan bishop, dan betul selang ga berapa lama, rem depan tiba - tiba tidak berfungsi. Sambil jalan, tengok kanan kiri untuk melihat apakah ada bengkel. Dan menemukan bengkel, saya langsung mengatakan masalah yang terjadi dengan rem depan, dan sang montir langsung me-ngeceknya. Ga lama setelah di cek, montir berkata kalo master remnya sudah rusak dan perlu diganti, sedangkan di bengkel tersebut tidak ada spare partnya.
Saya tinggalkan bengkel tersebut, dengan rasa masih penasaran, coba cari bengkel lagi. Ga jauh dari bengkel pertama, ditemukanlah bengkel ke dua, kali ini sang montir membuka master rem, di cek semua kondisinya, ganti oli remnya, dan lain2. Pokoknya si montir coba gimana caranya rem depan tersebut berfungsi kembali..
Hampir 2 jam kami disini, sampai sempat makan nasi goreng yang di jual depan bengkel, walau akhirnya rem depan bishop ga berhasil juga di perbaiki. Setelah ngobrol2 dengan pemilik bengkel tentang jalan yang akan kami lalui menuju Dieng, beliau menyarankan untuk tidak jalan malam, ya mungkin karena situasi jalannya yang masih sepi, naik-turun dan berkelok2 khas pengunungan, ditambah lagi tanpa rem depan. Maka saya putuskan untuk melajutkan perjalanan besok pagi.

bengkel ke dua
Disaat yang sama, saya coba berkomunikasi dengan teman yang ada di Semarang. Teman saya ini mempunyai kegemaran yang sama yaitu melakukan perjalanan dengan motor, mas Rere namanya. Setelah saya utarakan apa yang terjadi, mas Rere ini coba menghubungi teman2 yang lain untuk mencari spare part yang bishop butuhkan, dan ga berapa lama mas Rere ngabarin kalo ada barangnya di Tegal, dan siap mengambilkannya untuk saya. Dan saya katakan kepada mas Rere, mungkin besok aja cari spare partnya walaupun yang ga aslinya, kata montir di bengkel tadi bisa di ganti dengan merk atau yang digunakan dengan motor yang ga se-tipe dengan bishop.
Oya...setelah itu saya dengan mas Rere, janjian ketemu di Dieng esok harinya. Akhirnya kami mendapatkan tempat istirahat di Pekalongan, dan semoga besoknya siap untuk melanjutkan perjalanan.

Hari #2
Bangun jam 4 pagi, segera siap2 melanjutkan perjalanan, setengah jam kemudian perjalananpun dilanjutkan kembali. Pagi itu terasa dingin sekali, sesekali badan saya mengigil kedinginnan. Jalan mulai menanjak saat memasuki daerah Linggosari, dengan pohon besar2 dikanan kiri jalan, yang lebih mirip hutan., kalo saya perhatikan kebanyakan pohon karet. Dan di daerah ini pula sempat menemukan spot sunrise, langsung bishop saya parkir, dan boncenger segera melakukan tugasnya untuk mengambil gambar di tempat ini.

sunrise
Pada waktu itu sekitar jam 7 pagi, kami melewati sebuah pasar tradisional, Pasar Paninggaran namanya. Karena belum sarapan, mampirlah di sebuah warung nasi, tempe goreng hangat di warung sangat nikmat pada waktu itu, disusul dengan makan nasi. Setelah makan, di luar warung saya mengamati situasi pasar, sambil foto2 kegiatan pasar saat itu, tiba - tiba ada seorang pemuda yang pada akhirnya saya ketahui bernama Anto, dia menyapa saya, dan percakapanpun terjadi. Anto menjelaskan arah menuju Dieng, dan rute - rute mana saja yang dilewati jika menuju kesana. Dia menyarankan untuk menuju ke pemadian air hangat didaerah Kalibening.

sarapan di pasar Paninggaran
Setelah sekitar setengah jam di pasar itu, kami melanjutkan perjalanan. Coba mengikuti arahan dari Anto, dan menuju ke pemandian air hangat. Sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan permai khas pegunungan, sawah -sawah, kehidupan petani, dan sesekali kami berhenti untuk mengambil gambar atau video perjalanan. Kami sangat menikmati perjalanan ini.
Setelah nyampe Kalibening, bertanya-tanya ke mana tempat pemandian air hangat akhirnya kami sampe ditempat yang dimaksud, lokasinya agak sepi pengunjung. Setelah memarkir bishop, langsung menuju kebawah menuruni beberapa anak tangga, dan sampailah di pemandian. Ternyata tempatnya ga sesuai dugaan kami sebelumnya,  di kira ada semacam kolam dengan air hangat, ternyata hanya ada bebeapa pancuran air, dan di salurkan ke bilik - bilik yang tertutup rapat. Kami pun mengurungkan niat untuk mandi dan melanjutkan perjalanan selanjutnya.


get lost
Bishop saya pacu dengan kecepatan 60 - 80 kpj, jika menemukan spot yang menarik kami berhenti untuk sekedar mengambil foto, mengamati hal - hal yang menurut kami menarik, seperti para petani yang sedang panen kentang pada saat itu.
Tibalah di suatu pertigaan terdapat petunjuk arah dengan tulisan, 'Karangsari', 'Museum Kailasa', 'Kawah Sikidang' yang menunujuk ke arah kanan, bishop langsung saya belokan. Sampai lah di pintu Kawah Sikidang, bayar tiket seharga 10 ribu per orang, dan kami pun masuk. Disana cukup rame dengan pengunjung lain, mungkin karena pada waktu itu pas liburan sekolah. Terlihat dari parkiran asap mengepul ke atas dari sumber kawah, kami hanya melihat dari tempat pakir dan ga beniat masuk ke kawasan kawah, karena selain rame pengunjung lain, untuk jalan kaki kearah sana lumayan jauh, hehe..
Sekitar 15 menit disini, kami keluar area ini dan melewati kawasan candi Arjuna, kamipun berhenti dan hanya melihat dari tempat parkir, mungkin karena terlalu rame pengunjung, kami ga tertarik untuk masuk ke kawasan candi, mungkin lain kali aja kalo kesini, pikir kami pada waktu itu.
Lanjut lagi..sambil mencari makan siang karena emang sudah jam 1 siang, tibalah di Telaga Warna Dieng, lagi - lagi kami ga masuk ke area ini , dengan alasan sama dengan area2 sebelumnya, kami hanya menuju warung yang ada disekitaran parkiran, makan siang, nyoba minuman khas dieng yaitu Purwaceng, dengan harga 10 ribu per gelas, sekitar setengah jam kami disini.




Panen kentang
Kawah Sikidang dari jauh
Di kawasan ini, kami ga dapet sinyal handphone sama sekali, padahal pengen menghubungi mas Rere, yang sudah janjian sebelumnya, tapi belum tau mau ketemuan di mana. Segera lanjut sebelum sore, dan kami ngambil ke arah Wonosobo, ditengah perjalanan kami sempet 'get lost' ke Telaga Cebong, sebenarnya tempat ini sudah menjadi tujuan kami jika sampe Dieng pada pagi hari, karena menuut teman teman, dari tempat ini naik ke bukit yang dekat dai sini, terlihat golden sunise. Tapi apa boleh buat kami sampe sini sudah siang, dan paling ga udah tau tempatnya, mungkin lain kali bisa melihat sunrise di tempat ini.

Telaga Cebong
Dari sini, menuju arah Wonosobo, kluar dari gerbang yang udah ga ada tulisannya 'Dieng Plateu' seperti yang biasa kami liat foto teman2 jika ke area ini.
Berhenti sebentar di pinggir jalan untuk mengubungi mas Rere, ternyata sudah ditunggu di Telaga Menjer, setelah mendapat petunjuk arah menuju kesana dari mas Rere juga, bishop saya pacu kesana. Singkat cerita kami sampe di telaga.
Sudah ditunggu mas Rere, dan juga teman dari Semarang yang lain yaitu mas Mahendra dan mas Olla. Kami disini baru menemukan 'bonus' dari perjalanan, telaga yang indah, dikelilingi bukit hijau. Langsung menuju pinggir telaga, dan disana ternyata teman2 sudah niat untuk nyewa perahu untuk keliling telaga, dan naiklah kami keatas perahu, menikmati pemandangan sekelilig telaga dengan udara sejuk khas pegunungan.
Waktu sudah menunjukan pukul 4. 30 , kami bergegas untuk kembali, saya sendiri akan meneruskan perjalanan ke Jogja, tempat orang tua. Dan ketika lewat Wonosobo, saya diajak dan ditraktir ke tempat makan mie Ongklok, saya sendiri baru tau jenis makanan ini. *makasih teman2 Semarang yang sudah mentraktir, hehe..
Sampai daerah Magelang, kami berpisah. Dan singkat cerita sampe Jogja jam 10 malam.

mas Mahendra, mas Rere, saya, mas Olla yg tiduran
telaga Menjer

Hari #3
Bangun jam 4.30, pagi itu saya pengen ke merapi. Ga tau, seperti 'wajib' mengunjungi merapi ketika saya di rumah Jogja. Langsung menuju daerah Kinahrejo, tempat alm. mbah Marijan yang waktu itu terkena bencana erupsi. Daerah ini sekarang menjadi tempat 'wisata', kalaiu ingin ke bekas kediaman mbah Marijan, jika berkendara pribadi harus parkir yang letaknya sekitar 300 meter ke lokasi, dan jika ingin naik motor, ada ojek, atau bisa menyewa motor trail seharga 20 ribu untuk 30 menit.
Karena saya tiba dilokasi masih pagi, sekitar jam 5. Belum ada penjaga yang biasanya standby di portal tempat masuk lokasi, ataupun petugas parkir yang menghadang, maka bishop menerobos disebelah portal yang kebetulan masih ada space.
Naik keatas, dan sampailah ketika motor tidak bisa naik lagi karena ada penghalang kayu dan emang medannya sepertinya ga bisa dilaluin kendaraan normal karena pasir yang terlalu tebal. Tapi saya melihat ada bekas jalur ban sepertinya jalur ban trail kearah lain, langsung saja saya ikutin. Emang karena jalur trail jalurnya pun agak extreme, tapi saya penasaran melewatinya, dengan track pasir dengan batu - batu muntahan erupsi menjadi pengalaman yang sangat menarik sekali, hehe...

menuju jalur trail
let's go get rock!!
Merapi view


Sempat terjadi insiden disini, ketika akan beranjak dari kawasan ini dan muter balik melewati gundukan pasir ,bishop tergelincir, karena rem depan masih belum sempurna, saya sulit mengendalikan bishop terjatuh.

gubrraak!
Sekitar 45 menit kami disini, dan kembali lagi untuk turun dan kembali ke rumah. Dirumah, beres beres barang yang di pakai selama 3 hari perjalanan, dan tentu saja melepas kangen dengan keluarga.
Tapi saat siang hari orang tua saya mulai sibuk dengan kerjaan beliau, karena pada waktu itu saat panen salak pondoh, dan saya pun mencari kesibukan sendiri dengan merencanakan riding ke kota Yogya.
Sampai kota saya urungkan untuk melihat kota Yogja, dan langsung mengambil jalur lingkar kota jogja mengarah ke Bantul, ya saya berencana ke pantai daerah kabupaten Bantul. Sebenarnya pengen ke pantai daerah Gunungkidul, tapi karena waktu yang mepet, dan pasti ga dapet sunset kalau ke Gunung kidul.
Melewati jalan Parangtritis, emang tujuan daerah pantai Parangtritis. Masuk lewat pantai Depok yang lebih terkenal sebagai wisata kuliner dengan menu sea foodnya, dan hanya lewat saja, melewati daerah gumuk pasir, yaitu gundukan2 pasir yang besar yang mirip padang pasir. Fyi, lokasi ini sering dipakai untuk syuting2, seperti video klip band2 Indonesia dengan background padang pasir.
Pantai Parangtritis kami lewati, dan belok kiri menuju tebing Parag Ndog, atau ke arah gua Langse. Karena ini adalah jalur untuk menaiki bukit, tanjakan extreme pun harus dilewati, tanjakan dengan kemiringian 45 derajat membuat saya khawatir kalo bishop mundur lagi ga kuat, tapi alhamdulillah bishop dengan sukses melewati semua tanjakan. Karena saya sedikit trauma, karena sekitar 8 taun yang lalu saya pernah kesini dengan motor bebek yang tergolong masih baru, ga kuat nanjak ketika berboncengan, dan boncenger saya harus turun untuk mendorong si bebek, hehe..
Oke lah lanjut lagi...sampailah ke sebuah warung yang depannya juga berfungsi sebagai tempat parkir, jika ingin mengunjungi ke gua Langse atau ingin menikmati sunset diatas tebing. Menuju tempat yang biasanya emang untuk menikmati sunset, tempat ini biasanya juga sebagai awal untuk menuruni bukit para penghobi panjat tebing.
Melihat proses terbenamnya matahari dari tadinya berbentuk bulat sampai hilang sama sekali menjadi pemandangan yang ga mengedipkan mata, disertai dengan pemandangan pantai selatan dari atas tebing.
Sekitar satu jam disini, kami beranjak untuk turun dan pulang ke rumah, sampai rumah jam 10 malam. Packing untuk berangkat kembali ke Jakarta ke esokan harinya.

gumuk pasir
Parang Ndog

Hari #4
Bangun jam 4, siap - siap, pamitan dengan orang tua, dan berangkat menuju Jakarta. Jalur kepulangan kali ini adalah jalur pesisir pantai selatan,  ini pertama kalinya saya lewat sini dengan roda dua.
Ketika berangkat, sempat mampir ke RSUD Sleman, di RS ini kakak saya akan melahirkan anak ke duanya. Lanjut lagi perjalanan, Jogja pagi itu cukup dingin mengigil, dan bishop saya pacu kecepatan 60 - 80 kpj, jalan waktu itu relatif sepi, sesekali saya berhenti untuk melihat google map di HP untuk memastikan jalur yang saya lalui benar. Map dan betanya tanya dengan orang di lokasi adalah 'senjata' saya, karena emang belum punya GPS stand alone.
Sampe daerah Wates kecepatan bishop mulai turunkan sambil tengak tengok mencari jalur ke arah pantai pesisir selatan, dan ketemu petunjuk arah Pantai Glagah, bishop di belokan ke kiri, menemukan pasar tradisional, di situ juga ada persimpangan, bishop saya parkir di pinggir warung, niat kami sarapan, sekalian tanya - tanya dengan penduduk setempat. Sambil menikmati teh panas, dan boncenger mencoba masuk pasar untuk mencari sarapan, dan ternyata ga dapet sarapan yang di inginkan karena untuk mendapatkannya harus ngantri panjang.

pasar Glagah
Selesai ini, bishop langsung menyusuri jalur pesisir, ga berapa lama menemukan pom bensin, dan tangki bishop ter-isi penuh. Sekedar info, sepanjang jalur ini pom bensin ini satu2nya yang ada, setelah sampe Cilacap saya baru menemukan pom bensin lagi.
Jalur yang nyaman, jalan ga begitu lebar, relatif sepi dan aspal halus mulus, dengan pepohonan rimbun kanan kiri jalan, sepertinya akan menjadi jalur favorit saya jika akan melintasi pulau Jawa.
Memasuki Kebumen, perut nagih untuk di isi, sampe menemukan warung sate, bishop di berhentikan di situ. Setelah duduk, dan di perhatikan tulisan di plang depan warung, baru ngeh kalo ini Sate Ambal, saya sendiri juga baru kali ini ada sate jenis ini, Ambal sendiri nama daerah tempat warung ini., dan di jalan ini berderet warung yang menyajikan dengan menu yang sama, dan jadi ciri khas daerah ini. Istirahat sebentar, sambil melihat jalur yang akan di lalulin berikutnya di layar HP, dan kepikiran untuk mengunjungi sebuah pantai, tapi belum tahu pantai apa tujuan selanjutnya, di map tertulis Ayah, dan saya pernah denger kalo emang ada Pantai Ayah, okelah...rute saya set kesana.

sate Ambal
Ketika sampai daerah Puring, saya mulai mecari petunjuk arah menuju pantai, dan benar ada petunjuk ke arah pantai  , ga satu pantai saja, ada beberapa pantai di jalur ini, salah satunya saya melewati Pantai Karang Bolong, pantai di lewati saja, dengan jalu perbukitan, yang pasti naik turun, berkelok kelok, sesekali saya teriak "wooow", "yeaaaaaaah" ketikan melihat tanjakan atau turunan extreme, hehe..
Sampailah ada petunjuk arah bertuliskan "Pantai Menganti, 1 km" saya ikuti arah tesebut, tenyata pantai yang akan di datangin ternyata bernama "Pantai Menganti" saya baru tahu setelah melihat petunjuk arah itu, hehehe...
Benar saja 1 km kemudian, dari atas telihat hamparan pantai, dan bishop harus menuruni jalan yang kemiringannya cukup ekstim. Melewati pantai tersebut, karena di pinggir pantai banyak perahu nelayan, bishop langsung saya arahkan menuju ke atas pantai, sampai pada salah satu spot, dimana kami bisa melihat pantai dari posisi diatasnya. Dan kelihatan pantai yang sangat indah, dengan bukit mengelilingi pantai Menganti ini. Pantai ini relatif masih alami karena jarang pengunjung wisatawan yang kesini, mungkin karena akses menuju kesini sangat ekstrim jalannya. Sambil menikmati keindahan pantai kami sampai tetidur di bangku sebuah bekas kedai atau warung kopi yang sudah ga di gunakan lagi dan menghadap ke pantai, angin semilir pantai membuat kami terlelap. 

turunan terakhir
pantai Menganti

Sekitar satu jam kami di sini, dan siap melanjutkan perjalanan lagi. Masih melewati jalur pesisir selatan, sempat melewati pantai Ayah, yang sekilas terlihat rame pengunjung wisatawan, dan fasilias seperti warung2, layaknya tempat wisata yang terkelola.
Di daerah Banyumas, sekitar jam 12 siang, tepatnya di Jl, Raya Buntu Prapatan, kami meliat beberapa toko oleh - oleh khas makanan daerah tersebut, seperti gethuk goreng, kami berhenti disini sekalian untuk istirahat.
Selama perjalanan sempat berhenti di daerah Cimanggu, untuk makan siang, dan beberapa tempat ketika kami merasa perlu untuk istiahat.
Sampai daerah Nagreg sekitar jam 19.00, dan kemacetan yang luar biasa terjadi disini, bishop sempat kewalahan, ketika harus berhenti di tengah tanjakan karena menunggu kendaraan di depannya maju, dan dari  berhenti harus jalan lagi  membutukan torsi yang lumayan besar, apalagi karena bishop beban penuh dengan side box plus boncenger, beberapa kali boncenger terpaksa turun untuk mengurangi beban. Sempat putus asa juga ketika bishop di gas sama sekali ga mau maju, dan akhirnya mesinnya mati, langsung ke pinggir jalan, berusaha  untuk menghidupkan kembali mesin, alhamdulillah bisa jalan lagi dan melewati tanjakan "maut" ini. Selepas tanjakan ini, sebelah kiri jalan menemukan pom bensin, yang terdapat warung makan, makan malam di sini sambil melepaskan stress karena tanjakan tadi, hehe.. Karena waktu udah malam, dan saya ga biasa riding malam, apalagi setelah stamina menurun karena udah menempuh perjalanan seharian, maka di putuskan untuk cari tempat istirahat, setelah betanya tanya di tempat makan tersebut, di beritahukan bahwa di pom bensin ini juga di sediakan tempat istirahat, yang tempatnya ber-bentuk ruangan  lebar, dengan kasur - kasur di dalamnya, satu kasur di hargain 20 ribu, kami pun istiahat disini.

Hari #5
Bangun jam 5 pagi, packing, masang paniers yang sebelumnya di copot dan di ajak tidur, hehe.. Selesai ini, sarapan di warung yang ada di depan pondok penginapan. Dan jam 6.30 berangkat dari sini, menuju arah Bandung, mengikuti petunjuk arah ke arah Jakarta. Bandung saat itu macet karena jam masuk kerja, dan hampir mirip Jakarta. Beberapa kali bertanya dengan orang di pingir jalan ketika ragu-ragu, benar ga nya jalan menuju Jakarta. Sempat muter - muter di kota Bandung, ketika liat petunujuk arah menuju Lembang, saya belokan bishop menuju kesana, karena itu jalur yang saya ingat ketika melakukan perjalanan ke Jogja sebelumnya. Dengan harapan mendapatkan suasana perjalanan yang lain, karena saya masih ingat ketika lewat Lembang dengan hawa sejuk dengan pemandangan yang enak dipandang akan membuat perjalanan menyenangkann tentunya. Sehabis Lembang ambil jalur Subang, dan sempat berhenti di tugu pebatasan Lembang-Subang yang kebetulan di situ juga ada warung, sambil menikmati teh hangat kami istirahat sebentar. Setelah melewati jalan mulus dengan pemandangan hamparan kebun teh yang hijau dan menyejukan, saya ambil jalur ke arah Purwakarta.

Subang, kebun teh

Waktu itu udah jam 11 dan matahari sudah lumayan terik apalagi ketika lewat Karawang - Cikarang. Di Cibitung sudah jam 2 siang, kami pun gelisah untuk mencari makan siang, dan mendapatkan di daerah Cibitung juga, karena tempat makan yang lesehan, saya sempat tertidur di situ.
Sadar kalo sebentar lagi adalah jam pulang kerja, perkiraan saya pasti akan macet, mengingat daerah itu adalah daerah industri yang karyawannya bejubel ketika pulang kerja.
Benar saja mulai dari Bekasi tanda tanda kemacetan sudah timbul, tapi ga parah banget. Aah,,,akhirnya memasuki Jakarta, dan macet tentunya. Sekitar daerah Pulo Gadung, bishop sempet mati mesinnya, dan ga mau di starter. *gawat nih. Akhirnya bishop saya masukan ke parkiran sebuah pasar, di coba coba starter, dan mau hidup mesinnya ketika di short circuit di bendiknya.
Sebenarnya indikator aki bishop yang lemah udah muncul di spedo meter ketika akan berangkat ketika akan memulai perjalanan ini, tapi saya paksakan jalan.
Kemacetan di Senen semakin menggila, saya ambil jalur bawah yang diatasnya ada rel kereta, ketika akan keluar terowongan, bishop mati lagi, waduuuh...padahal saat itu macet total, dengan santai saya dorong bishop keluar, dan menuju tepi jalan. Saya coba dengan cara yang sebelumnya tenyata tetepa ga mau hidup mesinnya, maka keluar tulisan aneh di spedo meter yang saya belum lihat sebelumnya. Okelah...kalo begitu saya vonis saja kalo akinya sudah mati, hehehe...

ganti aki
Tanya - tanya dengan orang sekitar dimana ada jual aki yang paling dekat, ternyata ga ada. Kali ini saya menggunakan fasilitas call a friend, teringat dengan salah satu teman yang kerja didaerah sini, yaitu om Gunawan, yang mempunyai kegemaran yang sama melakukan pejalanan dengan motor dan saya kenal lewat forum Nusantaride. Ga lama setelah kirim pesan ke beliau, telepon dari om Gunawan datang, menanyakan posisi saya, dan dengan responsif beliau akan membelikan aki lebih dulu dan mengantarkan ke TKP. Sekitar satu jam kami menunggu om Gunawan, beliau datang dengan membawa aki, lalu saya pasang, alhamdulillah bishop mau hidup lagi mesinnya. Terimakasih banyak om Gunawan atas pertolongannya.
Bishop langsung menuju Pluit untuk mengantar boncenger, dan ga lama kemudian saya pulang ke Ciracas.
Alhamdulillah perjalanan kali ini telah selesai dengan selamat sampe Jakata kembali. Terimakasih kepada semua pihak yang membantu selama di perjalanan.
Sedikit review setelah mengunakan 7 Gear Aluminium Panniers ini, setelah menempuh jarak 1600 kilometer dalam perjalanan ini, secara fungsi box ini sangat membantu dalam melakukan perjalanan, dengan volume box sekitar 35 liter cukup untuk mengemas barang2 kami untuk melakukan selama 5 hari. Sebagai seorang yang pertama kalinya mengunakan side box, kekhawatiran tentang berat dan dimensi motor yang lebih dari standarnya tidak terlalu berpengaruh dalam melakukan perjalanan ini, Alhamdulillah berbagai jenis track di perjalanan ini bisa dilalui. Dari sisi handling, saya lebih merasakan ketika mengendarai motor lebih enak di kendalikan, selama  beban kanan kiri box di perkirakan sama, berbeda apa yang saya rasakan sebelumnya ketika menggunakan top box. Secara kekuatan nempel dengan braket, dengan track seperti batu-batu di Merapi,  jalan tanjakan ekstrim, kekhawatiran saya kalo side box ini lepas dari braketnya ga terbukti, hehe..
Dari segi kekuatan bahan alumunium ini, ketika panniers ini jatuh dan tertimpa badan motor di track pasir Merapi, ternyata tidak mengalami perubahan bentuk, hehe..
Overall panniers ini cukup memuaskan dalam melakukan perjalanan saya. Semoga produk lokal ini segera di pasarkan, dan menjadi tuan rumah box di negeri sendiri, hehe...Dan akan mendorong para adventurer dalam negeri untuk menjelajah, minimal Nusantara ini.

So..let's go get lost...  

ride the archipelago!!


foto2 lebih banyak klik disini

Bishop on video :


If you interest or want to buy the alumunium pannier, please contact me :
email : suyut.utomo23@gmail.com
twitter@suyututomo

37 komentar:

  1. selama perjalanan ga ketemu hujan ya? paniersnya rembes ga ya klo hujan

    BalasHapus
    Balasan
    1. kebetulan ga ketemu hujan, kalo masalah rembes sudah dipikirkan dr pihak produsen untuk membuat panniers yg wateproof :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. bertiga lebih tepatnya, kan sama bishop juga :P

      Hapus
  3. mantebs banget nih om....
    lanjutkan..

    BalasHapus
  4. foto-fotonya ajib,,,,keren...
    jadi inget jaman dulu,waktu masih suka ber adventure ria bareng kawan-kawan...

    BalasHapus
  5. kasihan si boncengger,udah capek" ikut nemplok di motor fotonya cuma dikit,udah gitu ga ada keterangan namanya.....sedikit cerita tentang kisahnya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. cape?semua juga capek , termasuk motornya, hehe..tapi kadang yg bikin kangen melakukan mototravelling ini adalah 'capek'nya itu. Namanya ada kok disetiap watermark poto, salah passion si boncenger adalah photogaphy, dan ga hobi bernarsis ria, makanya potonya cuma dikit..
      anyway..makasih sudah mampir..

      Hapus
  6. I like it when folks come together and share
    opinions. Great blog, continue the good work!

    Take a look at my webpage - best adult acne treatment

    BalasHapus
  7. Thank you a bunch for sharing this with all of us you actually recognize what you are talking approximately!
    Bookmarked. Kindly additionally discuss with my website =).
    We can have a link trade arrangement between us

    My web blog ... viralsocialpop.com

    BalasHapus
  8. Hi there! This article couldn't be written any better! Looking at this article reminds me of my previous roommate! He always kept talking about this. I most certainly will forward this post to him. Pretty sure he will have a good read. Thank you for sharing!

    My web blog; www.youtube.com

    BalasHapus
  9. Thanks for finally talking about > "1600 Km with Aluminium Panniers" < Loved it!

    Have a look at my page: taco
    bell locations

    BalasHapus
  10. Saved as a favorite, I love your web site!

    Also visit my web page taco bell menu

    BalasHapus
  11. Does your blog have a contact page? I'm having trouble locating it but, I'd like to send you an
    e-mail. I've got some creative ideas for your blog you might be interested in hearing. Either way, great website and I look forward to seeing it develop over time.

    Look into my web blog ... Mexican Food

    BalasHapus
  12. Wow, that's what I was looking for, what a data! existing here at this blog, thanks admin of this web site.

    Also visit my blog post web page

    BalasHapus
  13. Link exchange is nothing else however it is only
    placing the other person's web site link on your page at proper place and other person will also do similar for you.

    Take a look at my weblog ... presidentialsmoke.com

    BalasHapus
  14. I'm amazed, I must say. Seldom do I come across a blog that's both
    equally educative and engaging, and let me tell you, you have
    hit the nail on the head. The problem is an issue that not enough
    people are speaking intelligently about. I'm very happy I stumbled across this in my hunt for something relating to this.

    My web blog; mexican Food Restaurants

    BalasHapus
  15. Good way of telling, and good piece of writing
    to get information concerning my presentation subject matter, which i am going to present in institution of higher
    education.

    my weblog ... http://www.youtube.com/watch?v=C-hBBBXD6eo

    BalasHapus
  16. It is appropriate time to make some plans for the future and it's time to be happy. I have read this post and if I could I desire to suggest you few interesting things or advice. Perhaps you can write next articles referring to this article. I wish to read more things about it!

    Here is my website :: free tacos at taco bell

    BalasHapus
  17. Heya i am for the first time here. I found this board and I find It really useful & it helped
    me out much. I hope to give something back and aid others like you helped me.


    Also visit my blog post :: mexican food restaurants

    BalasHapus
  18. Hello colleagues, good piece of writing and good urging commented here, I am actually enjoying by these.


    Also visit my blog post; panic disorders

    BalasHapus
  19. excellent issues altogether, you simply received a brand new reader.
    What might you suggest about your submit that you simply made some days in
    the past? Any positive?

    Here is my webpage ... mexican food

    BalasHapus
  20. I think the admin of this website is actually working hard for his website, because
    here every information is quality based information.



    Feel free to visit my weblog anxiety panic disorder

    BalasHapus
  21. Wonderful goods from you, man. I have be mindful your stuff prior to and you
    are just extremely wonderful. I actually like what you've bought here, really like what you are saying and the way through which you are saying it. You are making it enjoyable and you still care for to stay it wise. I can not wait to learn much more from you. That is actually a wonderful site.

    Here is my web site; mexican fast food

    BalasHapus
  22. always i used to read smaller posts which as well clear their motive, and that is also happening
    with this paragraph which I am reading now.

    my web page: anxiety disorder panic

    BalasHapus
  23. Great work! This is the type of information that are
    meant to be shared around the internet. Disgrace on the seek engines for no longer
    positioning this put up higher! Come on over and visit my site .
    Thank you =)

    My weblog; panic disorders

    BalasHapus
  24. My brother recommended I might like this blog.
    He was totally right. This post actually made
    my day. You cann't imagine simply how much time I had spent for this information! Thanks!

    Also visit my site: recipes for juicing

    BalasHapus
  25. Wе're a group of volunteers and opening a new scheme in our community. Your web site offered us with valuable information to work on. You've ԁone an impгеѕѕive job and our whole community will bе grateful to you.


    Also visit my pаge diamondlinks review

    BalasHapus
  26. What's up, I read your blogs like every week. Your humoristic style is witty, keep up the good work!

    Look into my web page ... grand theft auto san andreas cheats ps2

    BalasHapus
  27. It's awesome to pay a quick visit this website and reading the views of all friends concerning this article, while I am also zealous of getting experience.

    My webpage free facebook themes

    BalasHapus
  28. I all the time emailed this website post page to all my contacts, for the reason that if like to read it then my links will too.



    my blog post juicing for life

    BalasHapus
  29. boxnya keren, kira" bisa dibeli dimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa dipesan/beli lewat webnya , mas ->http://7gear-road.com/

      Hapus
  30. Balasan
    1. daerah Kebumen, kang
      kalo dari Jogja sebelum pantai Ayah

      Hapus