Rabu, 11 April 2012

Bikerneka Tunggal Ika [Ranau Escapade with Nusantaride]

Gaung event 'Ranau Escapade' yang akan diadakan pada tanggal 23-25 Maret 2012 di danau Ranau telah dikumandangkan jauh2 bulan sebelumnya, event yang dimulai dari obrolan di forum Nusantaride akhirnya terlaksana juga, dan alhamdulillah saya bisa mengikutinya.

Dan cerita perjalanan menuju kesana dimulai dari, hari Kamis 22 Maret 2012. Pada hari itu saya sudah ambil cuti, mulanya ingin ikut rombongan temen2 yang biasa 'ngumpul' di forum Nusantaride, yang rencananya akan berangkat Kamis malam dan titik kumpulnya di pom bensin di daerah Cikupa, Tangerang. Karena kebayang akan menunggu lama sampe keberangkatan jika ikut rombongan, karena akan berangkat jam 23.00, dan syndrome turing terus melanda, maka saya saya putuskan untuk berangkat lebih dulu daripada rombongan. Pada saat sebelum hari H banyak isu yang negatif, seperti ombak laut yang lagi gede, kelangkaan bensin didaerah Lampung, tapi semua itu tak menyurutkan niat saya untuk berangkat, justru disitu tantangannya. * ride must go on


Saya berangkat dari kos (Ciracas, Jaktim) jam 12.00. Kok ga pagi sekalian??iya tadinya berniat berangkat pagi, tapi ingat kalo jaket belum diambil dari laundry, makan nunggu laundry buka baru berangkat, hehe.. Menuju daerah Pluit untuk menjemput boncenger, siap2,dan istirahat, jadilah kami berangkat dari sini jam 15.00. Mampir SPBU masih didaerah Pluit, untuk mengisi bensin full tangki bishop, dan lanjut perjalanan...
Ga ada yang istimewa melewati jalan di Jakarta, sedikit panas, dengan polusi dan kepadatan kendaraan, jam 16.00 memasuki Tangerang, tepatnya di Jln.Daan Mogot no. 37 kami mampir untuk mengisi perut dengan bebek goreng H. Slamet. 
Sekitar setengah jam disini, lanjut gas lagi. Tangerang - Cikupa - Balaraja - Serang - Cilegon, kota2 ini seperti membangkitkan memori saya lagi, maklum saya pernah skolah 3 taun di Serang, kerja Balaraja 3 tahun juga, jadi jalur ini sering saya lewatin pada waktu itu, ga banyak perubahan pada jalur ini, masih crowded dengan truk, kotainer, dan kemacetan pasar, dan pada jam kerja pabrik. 
Sempet berhenti di indomart daerah Kragilan Serang, untuk beli minuman dan melurusakan kaki, dan berhenti lagi di Cilegon, karena boncencer ngambil uang di mesin ATM, sambil saya merapikan bawaan yang saya iket2 pake jaring helm, oya,,yang saya iket2 itu adalah matras,tenda dan sleeping bag.
Sampe loket penyebrangan di pelabuhan Merak, Banten saat jam 21.20, bayar tiket senilai Rp 32.500,- lansung menuju dermaga 1. Fyi, ini adalah pertama kalinya saya akan naik kapal laut, pergi ke pulau Sumatra, dan saya merasa gembira sekali, dan sedikit norak dalam hal ini :).

bishop menunggu kapal lauuuut
Sambil ngobrol2 dengan calon penumpang juga, banyak pertanyaan norak yg saya lontarkan ke ketika ngobrol, maklum belum pernah naik kapal laut, hehe.. Sekitar 20 menit kemudian pintu yang ada di perut kapal terbuka, dan saya mengikuti penumpang lain untuk memasuki kapal tersebut. Diruang parkir, saya menuju pinggir bagian kapal, yang terdapat tiang, dan bishop saya ikatkan layaknya kambing, agar maksud bishop tidak terjatuh ketika kapal goyang.
Mengikuti penumpang yang lain masuk ke suatu ruangan, yang berjejer bangku2, dengan ruangan AC. Bangku banyak yang kosong, mungkin karena waktu itu sudah malam. Dan sekitar jam 22.45 kapal lautnya pun beranjak dari pelabuhan, horeeeeeeeeeee :) Ga lama kemudian petugas kapal, memberikan tiket untuk saya tebus seharga Rp 6000,-/orang. Dan sehabis itu saya tertidur pulas dan isu ombak besar sebelumnya terbantahkan.

didalam kapal dan siap2 tiduuuuuuuuur

Hari #2
Dibangunkan oleh petugas kapal jam 01.15 dini hari, pertanda sudah sampai di tujuan, siap2 turun dan segera menuju tempat parkiran. Menunggu diparkiran sekitar 15 menit sampai benar2 bisa turun dan keluar dari kapal. Dan akhirnya bishop untuk pertama kalinya mengelindingkan di tanah Andalas *horeeee.. Keluar pelabuhan Bakauheni, ngikuti petunjuk arah 'keluar' gas dipacu menuju Jalan Trans Sumatera Bakauheni - Lampung, jalan relatif sepi hanya beberapa truk dan kontainer yang melewati jalan yang minim penerangan ini. Setengah jam melaju dari Bakauheni tadi, nemu rumah makan Padang Simpang Raya, dan bishop saya belokan kesini.

sarapan yang terlalu dini
Lanjut lagi perjalanan, nemu pertigaan yang ada plang bertuliskan 'wisata kuliner TPI dermaga Kalianda', penasaran tempat apa itu, bishop langsung di belokan ke arah kiri, dan 'get lost' disini, karena muter2 disini pada jam 3 pagi, dan minimnya orang yang masih melek untuk di tanyain, tadinya mau cari informasi tentang tempat untuk istirahat atau untuk sekedar mendirikan tenda dipinggir pantai, tapi karena emang gelap dan hanya  mendengarkan suara ombak laut, tanpa tahu situasi lokasinya, maka diputuskan untuk keluar dari kawasan ini, kembali lagi kejalan yang benar eh..jalan lintas Sumatra-Lampung, dengan kondisi masih ngantuk, riding sambil memikirkan tempat yang layak untuk istirahat atau tidur. Melihat pom bensin tanpa pikir panjang langsung melipir kesitu dan isitirahat.

Kalianda, Lampung
Eh,,bangun2 sudah jam 6 pagi, cuci muka,,siap2 dan lanjut lagi. Dan rencana selanjutnya adalah mencari tempat untuk sarapan. Ketika melewati Jl. Soekarno Hatta Km 12 Srengsem, dikanan jalan terbaca 'Sop Janda' dan jailah sarapan di situ. Saya sudah pernah denger tentang tempat makan ini, yang ada cabangnya didaerah Bekasi juga. Menurut teman sop ini cukup recommended untuk di nikmati, dan ternyata benar setelah saya mencicipinya emang makyuus. Setelah menghabiskan sop seharga Rp 13.000,- ini, perjalanan pun dilanjutkan.

mana jandanyaa?
Memasuki kota Bandar Lampung saat jam 9.00, sempet get lost disini untuk mencari jalan keluar dari kota ini, tadinya mau lewat pesisir pantai, tapi tanpa disadari udah nyampe jalur tengah, untuk menghemat waktu dan energi maka diteruskanlah melalui jalur ini, dengan melupakan jalur pesisir pantai.

teluk Betung, Bandar Lampung
Lampung hari itu lumayan panas menyengat, di deket bandara Rain Inten II tepatnya di Jln. Natar, berhenti di sebuah mini market untuk melepaskan dahaga dan isitirahat, dan sempet ganti kostum, jaket yang lumayan tebel membuat ga nyaman perjalanan, karena puanasnya Lampung. Merasa udah seger kembali, perjalanan pun dilajutkan, tetapi bishop sepertinya sedang trouble, karena saya pencet tombol starter berulang kali tidak mau hidup tuh mesin. Sedikit bongkar2 tu bishop mencoba mencari masalah, saya coba kencangkan konektor soket2 kelistrikan, karena gejalanya seperti CDI ga mengeluarkan setrumnya *kali ini saya sok tau tentang permesinan :) kemudian saya coba starter dan mesin pun bersuara, mungkin ini hanya sebuah kebetulan belaka, masalah yang pasti belum ketemu penyebabnya. Dan perjalananpun dilanjutkan.

sok tau tentang mesin motor 
Masih dengan jalan yang hampir seluruhnya lurus tanpa banyak belok2, dengan beberapa kali rebutan jalur dengan kendaraan yang lebih gede.Dan memasuki daerah Gunung Sugih, berhenti lagi, huaah..kali ini benar2 merasakan riding dengan panas yang menyengat, gelar matras di bawah pohon adalah pilihan yang tepat untuk saat itu. Keringat dibadan udah agak kering, dan bishop-pun dipacu kembali.

ngadem dibawah pohon
Masih menyusuri Jln. Negara, jalan yang mulus dan lurus dan ga begitu rame, memaksa saya memlintir handle gas bishop sampe maksimal :) *sangat mengasyikan sekali. Di Kota Bumi selatan menemukan pemandangan yang hijau dan coba saya sasarkan bishop kesana, hamparan kebun ketela (cmiiw) sangat menyejukan mata walaupun udara saat itu lumayan panas, selesai foto2 disini keluar lagi kejalan utama, dan lanjuuttt.

hijauuuu
Dan sampailah di persimpangan, lihat plang hijau kalo lurus ke Kota Bumi, dan untuk make sure arah yang benar, berhenti dan melihat google map yang ada di android saya. Ketika melihat layar Hp tiba2 muncul menghampiri kami dengan motor pulsa 135nya, beliau menanyakan mau kemana, dan pertanyaan lain. Ngobrol2 sebentar, dan dapat kepastian dari bro Anto dari komunitas motor D'Bajaj tadi, kami pun melanjutkan perjalanan lagi.

persimpangan
Dan kali ini Jalan Trans Sumatera-Lampung-Muara Enim adalah jalan yang kami lalui selanjutnya, memasuki kabupaten Lampung Barat, tiba2 hujan turun dan segera berhenti untuk memakai perlengkapan anti air, di daerah ini sudah memasuki daerah pegunungan dan tentunya dengan pemandangan yang enak dipandang, udara yang sejuk menambah dingin aja ketika ditambah di guyur hujan. Tapi hujan ga berlangsung lama, dan kami pung mencopot rain coat dana saya sendiri ganti kostum lagi dengan jaket tebal saya, ditempat ganti kostum ini sekelilingnya rumah penduduk yang bebentuk panggung, dan saya sempet ngobrol2 dengan penduduk setempat, sebut saja pak Jaja penduduk yang saya ajak ngobrol, dengan keramahannya, beliau menjelaskan setiap pertanyaan yang saya lontarkan.

salah satu nikmatnya solo riding adalah berhenti dimana saja yang kita mau :)

pak Jaja
Setengah jam kami disini, saya masih norak dengan rumah2 panggung yang ada, tapi perjalanan harus dilanjutkan. Pamitan dengan pak Jaja dan gas bishop saya pelintir lagi, pada saat itu jam HP menunjukan pukul 16.30. Pejalananan selanjutnya lebih menyenangkan dengan udara sejuk khas pegunungan dan jalan yang realtif mulus, kelok2, naik turun, arrrrg...menyenangkan sekali. Sering berhenti untuk sekedar mengabadikan momen2 ini di kamera yang kami bawa. Saat senja menjelang, kami memasuki daerah Bukit Kemuning, dan saat itu langit bewarna merah  kekuningan, dan langsung ambil inisiatif untuk berhenti, menuju pinggir jurang dan poto session pun di mulai, wuaah....indah banget sunsetnya!

keep rock'in guys!
khas pegunungan yang sejuk
saya pikir ini adalah kegembiraan yang terlalu berlebihan
what a beautiful sunset?!

Ga kerasa setengah jam berlalu dipinggir jurang itu, karena antisipasi supaya ga kemaleman, lagipula belum tahu situasi jalan yang nantinya kami laluin, dan perjalananpun kami lanjutkan. Masih jalan yang serupa, tapi kali ini pemandangan ga keliatan, karena emang saat itu sudah jam 19.00 an.

Singkat cerita..sampailah kami di danau Ranau. Tapi ternyata kami di tempat yang salah dari titik kumpul yang ditentukan, yaitu di Lumbok Resort, dan harus balik arah lagi. Sempet makan malam dulu sebelum ke Lumbok, dan menurut penduduk setempat Lumbok masih 3 km dari tempat kami makan (daerah Pusri). Putar balik dan menuju Lumbok, ternyata perjalanan lebih jauh dari yang di informasikan tadi, jalan yang hanya muat buat satu mobil, sepi, kanan kiri hutan, membuat saya agak ragu2, bener ga ini jalan menuju Lumbok, bertanya sebanyak 2 kali dengan penduduk, akhirnya sampe di Lumbok, 1 kilometer sebelum tempat ini, tiba2 mesin bishop berhenti, ternyata bensinnya udah hampir habis, dan kran bensin diputar ke posisi 'rest' baru bisa hidup lagi. Karena selama perjalanan saya ga ngisi tangki bishop, karena di pom bensin di Lampung, kalo ga antri panjaang, BBM abis stoknya. *efek mau naik harga BBM.

Begitu tiba di lokasi, kami disambut sama temen2 dari biker setempat, Lampung barat dan sekitarnya, ada yang dari Palembang juga. Sambutan yang hangat...karena saya sedikit 'shock' karena saya dipeluk, layaknya saudara yang udah lama ga ketemuan, hehe.. Sepertinya kami dari Jakarta yang datang duluan, sementara rombongan yang berangkat dari Cikupa masih dalam perjalanan. Ngobrol dengan tuan rumah, dan sekitar jam 11 rombongan dari Cikupa, rombongan pertama itu salah satunya adalah om Julianto, berbincang bincang dengan beliau sebentar, dan karena Om Jul udah lelah, beliau pun pamit untuk istirahat, dan saya pun menyusul.

Hari #3
Pagi hari didanau sangat sejuk...turun kearah danau bersama om Julianto, om Andre, om Jojo. Ternyata di bibir danau ada beberapa nelayan yang sedang memungut hasil tangkapannya dari jaring yg telah disebar. Wuaaah....danau Ranau dipagi hari sangat indah, air yang tenang, dikeliligi bukit yang serba hijau, cahaya matahari yang cerah, *perfect..!! Kebetulan para nelayan dan perahunya sedang menepi, dan saya iseng minta ijin meminjam perahunya untuk sekedar merasakan naik perahu dengan mengegam dayung.

om Julianto
akuuu...
kamuuu...
Setelah dari sini kami naik kembali, ternyata tambah siang makin banyak temen2 yang keluar dari tempat tidurnya, hehe....Ada beberapa aktivitas para biker disini, karena masih acara bebas. Saya sendiri mendirikan tenda di tempat yang di depan viewnya adalah danau Ranau :)


Dan sekitar jam 11 ada acara "ride and share", dibuka dengan om Reza yang berbicara Nusantaride,  om Andre sebagai 'tuan rumah', kemudian om Rangga yang sharing pengalamannya, termasuk saat mengantar rider dari luar negeri kelilin Jakarta, dan juga om Temmy bercerita beberapa pengalamannya turingnya sejak menggunakan Honda CB nya, dan juga om Julianto yang mengutarakan bahwa salah tujuannya ke lampung ini adalah mencari jawaban atas pengalaman mistisnya saat turingnya Jogja - Aceh. Acara selanjutnya dilanjutkan dengan tips & trik, yaitu cara mendirikan motor yang jatuh, tentunya dengan cara yang ergonomis. Dan juga ada 'buka lapak' yaitu penjualan merchandise dari Nusantaride. Setelah ini acara bebas lagi...saya sendiri siap2 untuk pulang lagi ke Jakarta, dan obrol punya obrol ternyata mas Jay  dan mas Dany  berminat bareng saya ke Jakarta, dan karena mereka ingin lewat jalur yang waktu berangkat kami laluin, maka disepakatilah jalur tersebut.

saya, mas Jay, mas Dany 
Dan perjalanan pulang di mulai, ga banyak kesulitan ketika melalui jalur ini., ya tentunya karena sebelumnya saya sudah melewati,hehe.. Saat melewati jalan Natar, Lampung. Saya ga sadar kalo mas Jay dan Dany masih jauh dibelakang saya, karena dari pemberhentian sebelumnya udah kita rencanakan untuk makan, maka saya belok ke rumah makan, dan mas Jay & Dany ga tau kalo belok, hasilnya mereka bablas, coba saya kejar, tapi ga ke kejar. Dan kami pun cari warung lagi untuk makan. Mungkin karena kurang tidur, dan jarak ke Bakaheuni masih lumayan jauh, makan diputuskan untuk bermalam dulu, dan lanjut jalan besoknya.

Hari #4
Jalan lagi sekitar jam 7 pagi, dan baru sekitar jalan 4 km an kami bertemu dengan rombongan anggota Nusantaride yang dari Jakarta, yang terdiri dari Om2 : Reza,  AdetTemmy , Rangga B, Joe, Bimo, Furqon, Papin+boncenger, Icay. Jadilah kami ikut bareng rombongan mereka. Saya agak grogi juga, karena saya jarang grup riding dan rombongan yang saya ikuti ini adalah rider2 yang sudah sangat berpengalaman di dunia berkendara motor. Dan saya berharap dapat pengalaman berharga setelah ini :) Tujuan pertama adalah cari sarapan pagi, dan rombongan berhenti di seperti lapangan di daerah Bandar Lampung, yang pinggir2 nya ada beberapa warung tenda makan. Dilanjutan perjalanan, untuk mencari oleh2 khas Lampung.

sarapan dulu
Lanjut lagi menuju pelabuhan Bakauheni, dan hari semakin siang kendaraan yang melintaspun frekwensinya semakin sering, membuat rombongan harus 'berebut' jalur dengan kendaraan lain yang mayoritas , truk dan kontainer.

om Temmy on bishop camera's
kasihan si bebek, ga kebagian jalan
Dan sampailah kami dipelabuhan sekitar jam 12 dan harus menunggu kapal untuk bisa dimasuki sekitar 1 jam lamanya. Sedikit kekaucauan terjadi, ketika kendaraan yang dari kapal belum seluruhnya keluar, sedangkan kendaraan yang akan masuk sudah merapat di depan pintu kapal, jadilah kendaraan yang akan masuk, mundur lagi atau minggir supaya kendaraan dari kapal keluar seluruhnya.

menunggu kapal
Dan akhirnya bishop masuk kapal, parkir dan kami cari tempat. Siang waktu itu lumayan padat penumpang, membuat kami kesulitan untuk mencari tempat, dan akhirnya menemukan tempat kosong di bagian paling atas dan bagian pinggir, sehinggga sinar matahari langsung menyinari badan kami, hehe... Karena ga betah panasnya, selesai ngambil foto2 disini, saya cari tempat keruangan penumpang dan alhamdulillah masih ada bangku kosong yang baru saja di tinggalkan penghuninya. Saya pun tertidur pulas, he..

we gonna miss you, Sumatra...
Sekitar 2 jam kami di kapal, dan akhirnya nyampe di pelabuhan Merak. Ternyata kami keluar terakhir dari rombongan, dan yang lain udah menunggu diluar pelabuhan. Okelah,,perjalanan pulang dilanjutkan, karena belum makan siang, maka sang road captain yaitu om Icay, sibuk mencari tempat makan, dan akhirnya menepi di tempat makan 'Steak dan Ayam Kremes' didaerah Cilegon. Karena pertimbangan kalo jalan yang akan kami lalui sangat padat saat pulang kerja industri (pabrik), maka kami pun berlama2 disini, dan terjadilah 'ride and share' disini, saya sendri banyak menerima ilmu dan wawasan baru disini. Ga kerasa waktu udah sekitar jam 18.30 dan kami siap2 untuk meninggalkna tempat ini.

Dan perjalananpun dilanjutkan, jalan raya Serang yang ga begitu lebar lumayan padat pada waktu itu, dan rombongan mencar2 ga karuan, ya itu juga demi keselamatan, dan ga bisa memaksakan pengguna lain untuk mengasih jalan kepada grup riding kami, saya sendiri sempet berhenti 2 kali karena ada masalah dengan setingan kopling bishop, yaitu patah, dan memaksa saya untuk tidak menggunakan kopling karena kabel kopling ga narik. Dan di Ind*mart daerah Tambak saya berhenti untuk membeli kabel tie untuk mengatasi masalah tadi, dan sementara bisa teratasi paling ga sampe Jakarta nanti. Disini tinggal om Temmy, dan om Papyn yang masih bersama saya. Maka dilanjutkanlah perjalanan dengan 3 motor.

Dan  ketika memasuki jalan Daan Mogot, Jakarta, hal yang tidak kamin inginkan terjadi, tiba2 melintas di tengah jalan  seseorang dengan memanggul karung tanpa kami  sadari, om Papyn yang berada di depan saya, sempet menyerempet orang itu, dan saya sudah ga bisa menghindar lagi, kalo pun saya bermanuver untuk belok pasti jadinya lebih parah, dan bishop pun menabrak orang itu. Jatuh ke arah kanan, dan saya langsung menghampiri boncenger, dan menayai keadaannya, katanya dia baik2 aja, cuma agak pusing sedikit. Sementara om Papyn langsung langsung mengahmapiri, dengan nada yang emosi beliau mengklarifikasi kenapa dia tiba2 nyebrang, dan orang itu ga menjawab sedikit pun, saya mengamati orang itu, sepertinya orang tersebut yang nyebrang tadi mengalami ganguan jiwa. Dan berhenti di pinggir di jalan untuk meredam shock akibat kejadian tadi, dan penduduk sekitar tempat kejadian bilang, kalo yang nyebrang tadi itu udah biasa kayak gitu, malah sebelumnya katanya sengaja masang badan di tengah jalan *hadeeeuh

Setelah keadaaan tenang, dan saya mengecek keadaan bishop yang ternyata bengkok setangnya, engine guard, dan hand guardnya. Dan saya alhamdulillah ga luka sedikitpun, dan semakin sadar kalo perlengkapan saat berkendara yang safety sangat penting. Dan kami pun berpisah disini, saya mengantar boncenger ke Pluit, dan langsung menuju ke Ciracas tempat kos saya.

Sekian cerita perjalanan kami yang penuh kesan bagi saya, dari bertemu dengan berbagai  'biker' dari berbagai komunitas, daerah, berbagai usia, macem2 merk kendaraan, dan yang saya liat tidak ada 'ke ego an' dari berbagai macam latar belakang tersebut, dengan passion yang sama yaitu berkendara roda dua, untuk menjungungi daerah2 yang indah di nusantara ini, dan membagikan ceritanya dengan caranya masing2. Dan semoga dengan cerita2 tersebut dunia semakin mengerti kalo Indonesia itu indah.

sampai jumpa di cerita perjalanan kami selanjutnya, keep shoot and share..eh ride and share

foto lebih banyak klik disini
cerita perjalanan dari boncenger:  #1#2,  #3 







1 komentar: