Selasa, 10 Januari 2012

Bishop bertengger di Bromo

Bermula dari pengumuman dari tempat kerja kalo tanggal 26 Desember adalah hari libur, saat itu juga langsung kepikiran untuk mengajukan cuti, supaya liburnya tambah panjang, yang alhamdulillah di setujui oleh si bos. Libur seminggu sampe taun baru waktu yang lumayan untuk melakukan rolling bersama Bishop, dan Bromo adalah pilihan tujuan kali ini.
Nyaris ga ada persiapan yang matang, karena jarak pengumuman libur dan hari keberangkatan hanya sekitar satu minggu, dan kebetulan saat itu pas jatah Bishop untuk di servis, jadi persiapan 'kesehatan'  Bishop sudah dilakukan.Berusaha mengumpulkan informasi, dengan membaca RR (riding reports) dan sharing dengan para biker yang sudah pernah kesana, Prides-online dan Nusantaride adalah referensiku dan tempat sharing untuk menuju kesana :) 
Jalur yang kami tempuh menuju Bromo adalah..



Lihat Peta Lebih Besar


Dengan total jarak tempuh +/- 2180 km (Jakarta - Bromo - Jakarta) dan 6 hari perjalanan, berikut adalah ringkasan cerita dari hari ke hari,


Hari  ke 1 (24/12/2011) :
Berangkat dari kos jam 4 pagi, Ciracas - Jakarta Timur, menuju ke arah Pluit untuk menjemput boncenger, siap2 dan berangkat menuju rute yang telah dirancang sebelumnya. Perjalanan relatif lancar, apalagi setelah keluar dari Jakarta. Sekitar jam 7, berhenti di Krawang untuk sarapan, dan istirahat sebentar. Tancap gas lagi untuk melanjutkan perjalanan, berhenti di Indomart daerah Subang, minum, ngrokok, dan  selonjor sebentar. Dan lanjut lagi, sekitar jam 13.00 memasuki Cirebon gerimis mulai terasa, dan hujan semakin deres. Didaerah Mundu sempet berhenti karena hujan deres banget, dan sambil menunggu hujan reda, coba kontak temen yang pernah kerja bareng saat di Tangerang dan kebetulan di rumah..setelah dipikir2 jadilah menginap di rumahnya, untuk melanjutkan perjalanan esok harinya.


Hari ke 2
Bangun jam 4 pagi, siap2, pamitan dan brangkaaat.. Jalan sepi saat pagi, kadang ditemenin dengan kontainer dan bus AKAP, membuat Bishop melaju diatas rata2. Sampe Demak, masuk lewat kotanya dan mampir ke Masjid Agung Demak saat jam tangan menunjukan pukul 13.00 an. Sambil istirahat disini, skitar satu jam disini, dan lanjut lagi perjalanan.
Cuaca saat itu berubah ubah, kadang panas terik, sesekali hujan deres tapi ga merubah mood saya untuk tancap gas terus kearah timur. Sempet berhenti untuk makan siang di daerah Rembang, tempat makan lesehan yang enak buat tiduran setelah makan  dan menunggu jaket, celana, baju kering   yang  di jemur disamping tempat makan .
Liat gerbang masuk provinsi Jawa Timur sekitar jam 4 sore, berhenti disini dan foto2 :D *yihaaaa,,akhirnya Bishop bisa menggelinding di Jatim. Puas poto2, langsung tancap gas lagi, masih lumayan jauh perjalanan.
Jam 19.00 an memasuki kota Gresik, dan berhenti di warung pecel lele dipinggir jalan, untuk mengisi perut.. Disini sambil komunikasi via chat FB dengan ketua chapter Prides Sidoarjo (Peterson), om Oghlam. Yang dari Jakarta  saya emang sudah rencana sowan ketempat beliau. Diakhir obrolan ditentukan tempat ketemunya, yaitu di alun2 Sidoarjo.
Setelah makan, setting GPS yang ada di androidku menuju tempat tadi. Masih diiringi gerimis di sepanjang Gresik - Sidoarjo, sampe Sidoarjo sesekali disambut air yang menggenang lumayan tinggi di jalan raya. Sampailah di alun2,  begitu menstandarkan Bishop, buka handphone dan om Oghlam menyapa lewat chat, "halo..sudah sampe ya?tunggu diposisi tersebut!aku meluncur"  ternyata beliau memantau dari latitude saya :)
Ga berapa lama beliau datang dengan Pulsarnya, dan langsung diajak kerumah salah satu anggota Peterson, dan ngobrol2 dengan beliau2, Setelah ngobrol dan makan apa yang telah disuguhkan *makasih ya temen2 Peterson. Kami pamit melanjutkan perjalanan ke arah Probolinggo, rencana akan bermalam tempat saudara yang tinggal disana.
Masih dengan gerimis, melanjutkan perjalanan menuju Probolinggo, sebelum gerbang Pasuruan ada kemacetan yang lumayan panjang, yang akhirnya saya tau kalo ada banjir didepan sana. Tanya2 dengan penduduk sekitar, ditunjukanlah jalan alternatif  melewati banjir ini, memasuki suatu kampung yang kadang2 kanan kirinya sawah, jadilah berofroad jam 12 malam karena jalannya emang becek..cek..cek..
Tembus2 gerbang Pasuruan, walaupun masih dihadang  air setinggi 50 cm dijalan ini, lanjut lagi menuju Probolinggo, dan sampe tujuan jam 2 pagi.


fajar di alas roban
pagi di pantura
Masjid Agung Demak


gerbang masuk Jatim


Hari ke 3
Bangun kesiangan, ngobrol2 dengan saudara sampe jam 10 an. Dan siap2 menuju ke Bromo, kali ini saya memutuskan mencopot box E 45 dan menitipkan disini, dengan pertimbangan karena jalan yang berpasir dan menanjak akan menambah beban aja kalo menempelkan box tersebut.
Jam 11 berangkatlah kami menuju Bromo, ambil jalur via Tongas tinggal ngikutin arah penunjuk jalan ke Bromo sangat memudahkan saya untuk menuju kesana.  Dengan menggelinding santai, karena menikmati pemandangan yang hijau, jalan berkelok kelok dan menanjak.
Sampailah Bishop di Cemoro Lawang jam 13.00 an. Bayar retribusi masuk Rp 15.000,-  langsung pengen turun menuju gunung Batok, melewati lautan pasir, tapi sayang saat kami tiba sudah disambut gerimis dan kabut yang lumayan tebal. Ngobrol2 dengan penduduk situ, cari informasi bagaimana kalo turun dengan kondisi cuaca seperti ini, ternyata dia menyarankan kalo turunnya ditunda saja, karena kalo kabutnya bertambah tebal jarak pandang semakin pendek, bisa2 cm muter2 dilautan pasir ga bisa liat jalan pulang lagi. Istirahat dulu di gazebo yang ada di Cemoro lawang, menikmati wedang jahe panas sambil mempertimbangkan saran penduduk tadi. Akhirnya diputuskan untuk cari tempat menginap, untuk bisa explore Bromo ke esokan harinya.


jalur Tongas
ngobrol dengan orang Tengger sebelum memutuskan turun apa ga 
Gunung Batok yang berkabut mengurungkan niat untuk turun saat itu

Hari ke 4
Bangun jam 4 pagi dengan maksud mendapatkan sunrise di atas Pananjakan, panasin mesin Bishop karena emang disini dingin banget, jadi memakan waktu lebih lama untuk manasinnya. Keluar dengan perlengkapan anti hujan, riding dengan gerimis dan kabut menuju puncak Pananjakan bareng dengan Jeep2 yang di carter oleh wisatawan lain, ternyata ada parkiran diatas untuk Jeep dan motor, tapi saya ga parkir dan tetap menaiki nya walaupun emang ga sampe puncak bener, alesan saya ga menuju puncak karena emang kabut tebal menyelimuti, jadi sunrise pun ga dapet.
Bertemu dan ngobrol2 dengan seorang bapak, yang hampir tiap taun kesini, beliau menyarankan rute perjalanan sehabis dari sini, yaitu turun kelautan pasir, gunung Batok, kawah, Pananjakan 1 dan padang savana ato disebut juga rumah Teletubies. Aku baru sadar bahwa ada dua Pananjakan disini, tadinya aku kira hanya satu, kata beliau Panajakan 1 lebih tinggi dari Penanjakan 2 ini, dan dari Panajakan 1 dapat melihat gunung Semeru.
Setelah obrolan usai, saya langsung turun menuju lautan pasir, melewati lautan pasir karena habis hujan pasirnya jadi lebih padat jadi ga terlalu susah untuk melewatinya, melewatinya bebarengan dengan Jeep2 dan kuda2 yang di sewa pengunjung, akhirnya sampe juga di gunung Batok.
Gunung Batok yang di hiasi pelangi saat itu tampak manis sekali, kadang mondar mandir kuda disekitar sini, karena pengunjung lain menyewanya untuk keliling kawasan ini dan transportasi menuju kawah.
Ga begitu lama di depan gunung Batok, Bishop pun saya ajak berkeliling di lautan pasir. Pemandangan bukit2 hijau yang seakan memagari gunung Batok, sangat enak dinikmati oleh mata ini. Sebenernya belum puas untuk keliling lautan pasir, tapi karena hari semakin siang, Bishop saya arahkan ke Panajakan 1
Dimulaih menanjak Pajanjakan 1, tanjakan yang curam membuat Bishop saya panteng selalu di gigi satu, dan lebih ekstra hati2 karena jalan yang ga begitu lebar, dan kadang berlubang, dengan pingir2 jurang.
Akhirnya bisa melewati medan yang tadi dan mencapai puncak Pananjakan. Parkir dan langsung menuju tempat yang disediakan untuk melihat gunung Batok, Semeru dari sini.
Sepertinya kami kurang beruntung karena kabut tebal menghalangi pandangan obyek2 tadi :(  Harus bersabar untuk menunggu kabut itu berpidah, menunggu hampir 1 jam kabutpun enggan pergi :( dan diputuskankanlah untuk turun dari sini, saat akan menstarter Bishop di parkiran, tiba2 kabut perlahan pergi menjauhi obyek2 itu. Yihaaaa...akhirnya bisa meliat gunung Batok, dan Semeru tentunya yang terlihat gagah banget :) dan tidak melewatkan momen ini dengan foto2 :)
Sehabis ini, pada rencana semula kami menuruni Panajakan ini, waktu sekitar jam 15.00 an, menuju Cemoro Lawang terebih dahulu untuk mengisi perut dan tangki Bishop yang kebetulan hampir habis juga.
Usai ini menuju ke rumah Teletubies dengan melewati lautan pasir juga yang lokasinya konon di balik gunug Batok. Melewati jalan berpasir mempunyai kenikmatan tersendiri, membayangkan sperti rally Dakar ketika itu *haiyaaah. Ditengah perjalanan kami melihat batu yang dapet informasi dari penduduk Pananjakan 1, kalo batu tersebut adalah batu yang mirip dengan bentuk singa. Berhenti sejenak dan narcis timeee...
Lanjut lagi ke tujuan semula, melewati jalan pasir yang sudah ada bekas ban motor/jeep yang sebelumnya melintasinya.
Sekitar jam 15.00 an sampailah di tujuan, dengan pemandagan yang serba hijau, udara yang super sejuk dang dingin, sangat kagum apa yang kami lihat saat itu. Bukit2 kecil yang emang mirip banget dengan rumah Teletubies yang saya pernah liat saat mendampingi keponakan saya melihat serialnya di TV. Bukit2 yang hijau  ditumbuhi rerumputan yang tingginya sama seakan ada yang merawatnya. Sangat betah disini, kadang2 menyanyikan soudtracknya Teletubies seakan berada di dunia lain. Sekitar satu jam berada disini, walau masih betah disini, tapi mengingat waktu dan udara yang semakin dingin kami melanjutkan perjalanan, coba jalan kearah perbatasan antara Probolinggo dan Malang. Ditengah perjalanan  menemukan warung, mampir untuk ngopi, setelah ini kami memutuskan pulang, waktu itu menujukan jam 17.00. Dan kembali dengan menempuh jalan yang sama saat berangkat tadi.
Ga tau karena udah agak cape ato motor yang lumayan berat, saat melewati gundukan pasir terjadilah 'gubraak' yang ga bisa saya hidarin. Terpaksa pulang tanpa menggunakan spion sebelah kanan karena patah pada saat itu.
Lanjut lagi perjalanan walau masih belepotan pasirda n sempet berhenti di depan gunung Batok untuk mengambil gambar ketika sunset. Beranjak dari Cemoro lawang jam 18.00 an, langsung menuju Probolinggo


Panajakan 2 *bukan puncaknya
harus bersaing dg kuda di Panajakan 2
walaupun dilarang naik Panajakan 2 pake motor,tp tetep ngeyel
ada pelangi di muatamu eh depan gunung Batok
lautan pasir di depan Batok
langitnya cakep
puncak Panajakan 1
salah satu spot di Panajakan 

menuju padang savana ato orang Tengger menyebutnya rumah teletubies


menunggu Lala, Po, Tingkiwingky sambil tiduran :D
sedikit sunset di Bromo


Hari ke 5
Bangun sekitar jam 5, siap untuk menuju Jakarta lagi. Jam 7.00 an pamitan dengan tuan rumah, Bishop sudah siap dinaikin, tapi ada halangan kecil, ternyata ban belakangnya anginnya abis, setelah ada paku yang menancap *sial! Memakan waktu satu jam an untuk menambalnya, dan perjalanan ke Jakarta pun dimulai, dengan menempuh jalur yang hampir sama. Ketika melewati Sidoarjo, tepatnya di Porong, kami berhenti untuk melihat meluapnya lumpur Lapindo, dan coba ngobrol dengan seorang bapak yang kebetulan lewat dengan sepedanya, walaupun beliau bukan korban lumpur tapi bisa bercerita banyak dari awal nyemburnya lumpur sampe sekarang ditanggul2 untuk mencegah lumpur meluap kemana2. Hampir setengah jam ngobrol dengan beliau, kamipun melanjutakn perjalanan kembali.
Panas terik Jatim, lumayan kerasa puanas apa lagi menggunakan saya jaket tebel, dan sampe Surabaya berhenti untuk makan siang, sambil mendingikan suhu tubuh karena jaket.
Lanjut lagi, lepas  dari Surabaya sekitar jam 13.00 an dan menyusuri jalan yang sama dengan keberangkatan. Sampe daerah Lasem *sebelum Rembang, sekitar jam 19.00 an makan malam, dan istirahat sebentar. Dan lanjut lagi, jalan sekitar 5 km dari tempat tadi, mata dan badan ga bisa berbohong untuk minta tidur dan istirahat, nemu pom bensin dan langsung rebahan, kebetulan bawa sleping bag jadi tidurnya lebih anget.
Bangun sekitar jam 3 pagi, melanjutkan perjalanan yang masih tersisa. Sampe Semarang sekitar jam 10.00 dan ketika lewat Tugu Muda, dan Lawang Sewu yang berada di seberang jalan, kami mampir karena penasaran dengan Lawang Sewu, yang biasa diliat di TV untuk uji nyali. Ketika mau masuk lokasi, dicegat oleh petugas, dan lansung dijelaskan kalo mau masuk ke gedung yang katanya angker tersebut harus bayar 10  ribu per orang dan guide 30 ribu, karena belum ngambil uang lagi di ATM jadi diurungkan niat untuk masuk Lawang Sewu, dan hanya istirahat di depan pagar.
Sampe Brebes sekitar jam 14.00, mampir disebuah rumah makan, istirahat eh malah ktiduran juga. Disini saya menghubungi Om Agus Cirebon , beliau adalah ketua Prides chapter Cirebon. Yang sebelumnya emang sudah kontak2an via chat ato sms dijalan, dan kami dipersilahkan mampir jika lewat Cirebon. Sampe Cirebon  sekitar jam 17.00 dan janjian dengan beliau di deket kediamannya. Sampe dirumahnya istirahat, mandi dan dijamu makan malam.Sediannya kami dipersilaka nginep dulu, tapi karena boncenger dapet sms kalo neneknya masuk rumah sakit maka kami pamit sekitar jam 19.00.
Makasih Om Agus yang telah memperkenankan kami mampir kediamannya dan sharing pengalaman2 beliau ketika turing, beliau adalah salah satu referensi saya kalo ketika akan melakukan perjalanan, walau hanya baca RRnya (riding report), liat saja RRnya di Prides-online itu sudah cukup menujukan bahwa beliau emang sudah pengalaman melakukan turing dengan Pulsarnya.


lumpur Lapindo
Lawang Sewu
Tugu Muda
Hari ke 6
Alahamdulillah sampailah kami di Jakarta dengan selamat sekitar jam 3 pagi.


Terimaksih kepada:
Allah SWT, yang 'melancarkan' perjalanan kami, dan alamNya yang mempesona yang bisa kami nikmati disepanjang perjalanan, yang mebuat kami ketagihan melakukannya lagi..lagi..dan lagi..
Teman2 Prides atas sharingnya di jalan maupun di dunia maya.
Teman Nusantaride, terutama Om Reza yang selalu mantau kami dijalan, sayang ga bisa ketemu di Bromo, karena berangkatnya emang selisih berapa jam :)
Boncenger dan tukang foto selama perjalanan, yang membuat perjalanan ini tambah mantab! :) jangan lupa di update di blogmu http://borealis7.wordpress.com/


Let's ride and share...........



lihat foto lebih banyak,klik di sini!


tulisan ini telah menjuarai Lomba Menulis Artikel Ayo Pergi Lebih Jauh!

12 komentar:

  1. mantabs::
    *akhirnyah kesampean juga:::

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih pakecap itu juga berkat support anda:::::::::::::

      Hapus
  2. Rakdjat Peterson10 Januari 2012 20.18

    adalah istimewa...Perjalanan begitu haru biru.
    gazzzz terozzz..mas'e

    BalasHapus
    Balasan
    1. ho'o..makasih Om Oghlam :D
      gazzzz lagiiiiiiiiiii

      Hapus
  3. that's Great beb..
    suatu prestasi bisa menggelinding Jakarta sampai ujung timur pulau Jawa, walaupun ada banyak rintangan dan pikiran ketika memulai perjalanan. Terima kasih Tuhan masih melindungi walaupun ada yang getar-getir di rumah.
    agak bingung juga sama yg mengendarai, kok ya gak ada capenya megang stang bishop hahhaha..:D
    tapi ini yang namanya passion, dan tentu saja cinta bukan sebentang garis lurus di peta.
    klo katanya om agus : "'ve learned on the road of life, what are yours ?"
    hahha,semoga menjadi blog yang mengispirasi ...
    ­ ­

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. selamat anda juara juga telah mencapai puncak Rinjani!

      Hapus
  5. Manztaaaabbb!!! Keren2 poto2nya mas... :D :D
    Btw, saya misih nubi lhoo... jangan begitu2...

    BalasHapus
  6. makasih Om :)
    ,,emang begitu kok :D

    BalasHapus
  7. keren....
    touring sampai bromo ...
    yang lebih juara ... adventure dan foto2 di bromo-nya ... top

    BalasHapus
  8. Subhanallah indah bgt....
    Insha allah tgl 19 nanti saya kesana..aminn

    #SalamNusantara

    BalasHapus